Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Seorang mucikari berkedok rumah karaoke di surabaya dibekuk polisi karena menjajakan purel atau pemandu lagu kepada pria hidung belang. Selain menemani karaoke, tersangka juga menawarkan wanita pemandu untuk berhubungan badan dengan harga Rp 1.500.000 satu kali booking.

Praktek prostitusi berkedok Rumah Karaoke kembali menggeliat di Surabaya. Meski dalam masa pandemi, praktek asusila ini, mulai menjamur. Berkaitan dengan itu, Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim merilis penangkapan seorang wanita yang berprofesi sebagai muncikari. Wanita bernama Cristianai atau Sanny, ini diringkus polisi karena dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain serta mengambil keuntungan dalam praktek prostitusi berkedok Rumah Karaoke.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (13/8) lalu di sebuah Rumah Karaoke di Jalan Arjuno Surabaya. Modus operandinya, tersangka Sanny, melalui aplikasi whatsapp menawarkan kepada tamu, seorang wanita pemandu lagu yang bisa memberikan layanan hubungan intim layaknya suami istri. Baik di dalam room karaoke maupun di hotel. Setelah deal, tersangka lalu meminta pria hidung belang mentransfer uang senilai Rp 1 juta dan sisanya dibayar setelah kencan selesai.

Nahas, praktek prostitusi ini sudah diendus polisi. Dengan membawa surat perintah tugas lengkap, petugas lalu melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di hotel dan mendapati pemandu lagu sedang melakukan hubungan intim dengan pria hidung belang tanpa memakai celana dalam.

Selain tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa BH, celana dalam, kondom, sprei, bil hotel, handphone, bil karaoke, uang tunai Rp 4.500.000. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 kuhp dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. (feri/stv)