Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Proyek pembangunan RSUD Sidoarjo Barat yang tak kunjung berjalan. Karena itu, Komisi C DPRD Sidoarjo, menyarankan adanya bimbingan teknis/bimtek kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih cermat dalam melakukan lelang.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko, menguraikan, rekomendasi itu disampaikan menyikapi salah satu proyek di Sidoarjo yang macet lantaran pelaksanaan lelang yang gagal. Yakni, pembangunan RSUD Sidoarjo Barat. ‘’Saya rekomendasi agar Unit Layanan Pengadaan/ULP segera memberikan bimtek kepada OPD. Tujuannya agar tidak ada lagi gagal lelang,” kata Anang, politikus Partai Gerindra itu.

Disamping itu, lanjut Anang, semestinya Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) mempersiapkan dokumen lelang lebih awal. Artinya, dokumen atau data lelang dapat diketahui sebelum sistem lelang online dibuka. “Sehingga saat online dibuka, semua data sudah siap,” ucapnya.

Untuk proyek pembangunan RSUD Sidoarjo Barat, kata dia, Komisi C tetap mendorong Dinas Perkim CKTR untuk mampu menuntaskan pekerjaan. Karena kebutuhan fasilitas layanan kesehatan yang akan dibangun di Kecamatan Krian dinanti masyarakat. Paling tidak, Perkim CKTR harus mampu menyerap anggaran Rp 30 miliar anggaran 2020 ini.

Selanjutnya, pembangunan akan diteruskan pada 2021. Sementara, Kepala Dinas Perkim CKTR, Sulaksono, mengurai, pihaknya saat ini masih menunggu hasil lelang ulang yang gagal tersebut. Untuk pembangunan fisik RSUD Sidoarjo Barat 2020 ini tidak bisa menjamin akan dapat banyak. “Paling dibawah 10 persen untuk pembangunan fisik,” paparnya.

Menurut dia, hasil lelang itu yang bakal menjadi pedoman pembangunan. “Semakin cepat selesai, semakin dapat banyak,” tutupnya. (rin)