Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Ada pemandangan unik di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Banyuwangi, Selasa (18/8) sore. Puluhan narapidana (napi) yang bebas menggelar aksi cium bendera merah putih dan sujud syukur. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa nasionalisme sebelum meninggalkan LP.

Mereka yang bebas adalah para napi yang mendapatkan remisi serangkaian HUT Kemerdekaan RI dan bebas bersyarat atau asimilasi akibat pendemi Covid-19. Total ada 45 napi yang menghirup udara bebas. Sebelum keluar gerbang LP, para napi ini berbaris rapi, absen identitas. Lalu, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, mereka bergiliran mencium bendera merah putih. Begitu keluar gerbang LP, seluruhnya kompak menggelar sujud. Hujan tangis pecah ketika para napi bertemu keluarga masing-masing.

Mereka yang bebas bersyarat ini sudah menjalani masa hukuman lebih dari setengah dari vonis yang dijatuhkan pengadilan. Kasusnya beragam, kebanyakan pidana umum. Sisanya, kasus narkoba. “Jadi, 45 napi ini sebelumnya mendapatkan remisi HUT Kemerdekaan RI sebanyak 6 bulan. Dari remisi ini, mereka memenuhu syarat untuk bebas bersyarat karena pandemic Covid. Sehingga, bisa pulang dengan asimilasi rumah,” kata Kepala LP Kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar Hary Ashar.

Meski menghirup udara bebas, lanjut Ketut Akbar, para napi ini tetap dikenakan wajib lapor. Mereka diwajibkan tetap di rumah selama pandemi Covid. Jika tak melakukan pidana lagi, para napi ini bisa langsung mendapatn pembebasan bersyarat. “Nantinya, meraka akan dipantau oleh petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) selama berada di rumah,” tegas Akbar. Sejak awal tahun hingga masa pandemi, tercatat sudah ada 454 napi yang mendapatkan asimilasi rumah.

Akbar menambahkan, prosesi cium bendera dan menyanyikan Indonesia Raya bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme para napi ketika kembali ke masyarakat. Lalu, tidak akan kembali menjadi warga binaan LP lagi. “Harapannya, dengan cium bendera akan muncul nasionalisme dan tidak akan melanggar hukum lagi,” pungkasnya. (wir)