Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Merdeka. Banyak cara untuk memperingati Dirgahayu RI ke-75 tahun. Acara sakral bagi bangsa Indonesia itu tidak hanya diperingati kalangan pemerintahan, BUMN, swasta nasional, partai politik, hingga ke perkampungan RT/RW, organisasi kemasyarakatan, maupun kelompok kecil. Semua warga Indonesia berhak memperingati kemerdekaan.

Apalagi, peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-75 ini di tengah Pandemi covid-19. Bahkan, sejumlah kepala daerah di Jatim termasuk di Surabaya menghimbau warga kampung melalui RT/RW tidak menggelar tasyakuran yang lazimnya diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus malam hari. Himbauan tidak menggelar tasyakuran nampaknya beralasan karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Untuk memperingati Kemerdekaan RI ke-75, banyak cara yang dilakukan warga kampung untuk mengenang jasa pahlawan. Karena itu, sejak Sabtu – Minggu (16/8) arek-arek Suroboyo memperingati HUT kemerdekaan RI dengan caranya.

Yang paling sederhana, gowes Merdeka yang dilakukan tim Kompos dari RW 01 Karangan Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya. “Dengan gowes Merdeka ini, paling tidak kita bisa mengenang jasa pahlawan. Misalnya, dengan memekik kata Merdeka,” kata Koordinator Tim Kompos Abah Salamun, kepada bisnissurabaya.com disela acara gowes Merdeka Minggu (16/8).

Menurut dia, dengan memekik kata Merdeka, saat gowes bareng yang melintasi Karangan – Mayjen Sungkono – HR Muhammad – Citraland – Wiyung – Gunungsari – Kodam dan kembali ke Karangan sama artinya dengan memperingati semangat kemerdekaan. “Selain badan sehat untuk meningkatkan imun, dalam gowes Merdeka ini kita paling tidak melupakan Jasmerah/Jangan Melupakan Sejarah. Sekali lagi Merdeka,” timpal Tarmuji. (bw)