Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Wabah corona mendatangkan rejeki tersendiri bagi sejumlah pengusaha jasa seperti penjahit. Meski sempat lesu dan sepi sejak adanya masker scuba yang dijual murah di pasaran, namun, para penjahit ini kembali bangkit dengan membuat masker merah putih. Apalagi menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indoneisia, mereka banyak mendapat pesanan masker merah putih.

Menjelang perayaan hari ulang tahun kemerdekaan ri ke-75, tak hanya bendera, umbul-umbul, penjor atau lampu hias yang memeriahkan suasana. Namun, di tengah pandemi covid-19, masker merah putih pun juga banyak dikenakan masyarakat.

Seorang penjahit di kawasan Sutorejo Kecamatan Mulyorejo, kebanjiran pesanan membuat masker merah putih. Karena banyaknya order masker merah putih, Catur, pengusaha jasa jahit ini memberdayakan tetangganya untuk membantu memproduksi masker merah putih.

Penjahit Masker Merah Putih,
Catur Wibowo, mengatakan, jelang Agustus-an ini banyak yang memesan kepadanya masker merah putih. Baik dari komunitas maupun perorangan yang kemudian dijual lagi. Masker merah putih ini dijual mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000, bergantung dari bahan kain yang dibuat masker tersebut.

Tak hanya dari komunitas dan pedagang masker eceran, ada juga dari instansi kepolisian Polrestabes Surabaya yang memesan kepadanya hingga ribuan masker merah putih. Banyaknya pesanan masker dari kepolisian ini untuk mewujudkan program jatim bermasker, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Jatim, khususnya di kota Pahlawan. (feri/stv)