Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi berkah tersendiri. Terutama bagi penjahit dan penjual bendera merah putih di kawasan Darmo Kali Wonokromo Surabaya. Meski di masa pandemi omset penjualan bendera merah putih dan pernak-pernik 17 Agustus, tetap stabil. Bahkan, naik dua kali lipat dibanding hari biasa.

Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 pada 17 Agustus ini disambut antusiasme warga. Meski dimasa pandemi, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan perayaan ini. Diantaranya, dengan menghias jalan dan memasang bendera merah putih, serta umbul-umbul di sepanjang jalan. Tak pelak, kemeriahan ini-pun juga membawa berkah bagi para pengerajin dan penjual bendera di Kampung Bendera Jalan Darmo Kali Wonokromo Surabaya. Para penjahit dan penjual bendera ini mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah, selama bulan Agustus ini.

Setiap hari, para pedagang bendera dan pernak-pernik merah putih ini melayani permintaan pelanggan hingga ratusan lusin kain bendera. Tak hanya dari penjual bendera, pesanan ordernya juga datang dari perusahaan dan instansi pemerintahan.

Bagi warga Surabaya, kampung bendera di kawasan Darmo Kali ini menjadi jujukan menjelang perayaan hari kemerdekaan. Amir Baihaqi, warga Siwalan Kerto misalnya, sengaja berburu pernak-pernik 17-an di Kampung Bendera ini karena harganya terjangkjau dan jenisnya bermacam-macam. Seperti, lampu hias, lampion merah putih, spanduk, umbul-umbul dan lain sebagainya.

Selain bendera dan pernak-pernik merah putih, di kawasan ini juga menjual masker penutup hidung yang didesain bernuansa kemerdekaan. Masker ini banyak diburu warga untuk menerapkan protokol kesehatan.

Kawasan Darmo Kali Surabaya, selama ini terkenal sebagai kampung pengrajin dan penjual bendera beserta aksesorisnya. Setiap bulan Agustus, tempat ini selalu ramai dikunjungi warga yang ingin menyemarakkan hari kemerdekaan. (feri/stv)