Tuban, (bisnissurabaya.com) – Seorang Kepala Desa di Kabupaten Tuban, mengamuk dan membuang daging ayam program bantuan pangan non tunai/BPNT karena kondisi tidak layak konsumsi dan membusuk. Kades yang mendatangi lokasi kejadian, sempat bersitegang dengan suplaiyer. Karena kesal daging untuk warga miskin kondisinya sudah busuk.

Para keluarga penerima manfaat, program bantuan pangan non tunai di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mengeluhkan kondisi daging yang membusuk. Akibatnya, Kepala Desa setempat mengamuk dan langsung membuang daging ayam didalam box yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu.

Di lokasi kejadian, Kepala Desa langsung marah-marah kepada Ketua Agen Daging Kecamatan Jenu, karena memberikan daging dengan kualitas jelek dan membusuk. Tak hanya marah, semua daging busuk di dalam box itu, langsung dibuang di tengah jalan. Kontan saja, aroma tak sedap pun langsung menusuk hidung. Daging yang berserakan langsung dirubung lalat dan menjadi tontonan warga yang protes.

Sementara itu, Ibu Rami, salah satu warga mengaku, daging yang diterima kondisinya membiru dan bau busuk. Pada saat dimasak dan dikonsumsi, baunya sangat menyengat. Sehingga, langsung dimuntahkan karena takut keracunan. Padahal, bantuan bulan lalu bagus.

Ketua Agen Daging BPNT, Kecamatan Jenu, Saiful Rohman, mengatakan, agen dan supliyer daging sudah ada komitmen. Jika ada daging busuk, akan langsung diganti. Namun, proses penggantian inipun butuh waktu, karena stok barang tidak selalu tersedia. Sehingga, suplyer diminta membuat surat pernyataan untuk bersedia mengganti.

Sementara, Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu Tuban, Z Arief Rahman Hakim, mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warganya, ada daging bantuan pangan non tunai kondisinya sudah membusuk. Ada laporan itu, dia langsung mengecek ke lokasi. Dan ternyata benar, keluhan warga itu, bahwa ada daging berwarna biru dan baunya busuk. (mulyanto/stv)