Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengungkapan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah, kembali memanas. Kali ini, Jaksa Penuntut Umum/JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK menghadirkan lima saksi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi/Tipikor Surabaya.

Sidang kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kali ini, Tim JPU dari KPK menghadirkan lima saksi dalam persidangan ke-5. Diantaranya, saksi Sunarti Setyaningsih, selaku Kadis PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo yang juga berstatus terdakwa dalam perkara yang sama dengan terdakwa Saiful Ilah.

Sarirejo, selaku Bendahara Koperasi Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Totok Sumedi, selaku pengusaha kontraktor yang berstatus terdakwa lantaran sebagai pemberi suap. Serta saksi Iwan Setiawan dan Priyanto Pratikno. Kelima saksi ini dihadirkan JPU KPK untuk dimintai keterangannya satu per satu, terkait aliran dana suap yang menjerat Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah.

Menariknya, dari pengakuan saksi Sunarti Setyaningsih, ini adalah terkait permintaan Saiful Ilah, kepadanya untuk mencarikan uang sebesar Rp 500 juta. Saksi Sunarti, menjelaskan, kepada majelis hakim sebelum memberikan uang tersebut dirinya ditelepon oleh Ari Suryono, selaku Kepala Perizinan yang mengatakan, jika saksi Sunarti, kebagian Rp 200 juta.

Menurut Sunarti, ketika itu bupati sidoarjo non aktif, Saiful Ilah, sering mengeluh saat rapat dengan kepala dinas karena membutuhkan banyak biaya operasional. Karena itu, Sunarti, mengaku, memberikan uang Rp 200 juta yang dipinjamnya dari Koperasi Dinas PU Bina Marga Sidoarjo, sebagai loyalitas kepada pimpinan.

Namun, keterangan Sunarti, terkait pemberian sejumlah uang kepada terdakwa Saiful Ilah, dibantah olehnya. Menurut Saiful, dirinya tidak pernah memerintahkan maupun meminta uang dari Sunarti Setyaningsih. Sementara itu, dalam kasus ini Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, non aktif dan ketiga anak buahnya diadili dalam kasus suap sejumlah proyek infrastruktur di Pemkab Sidoarjo.

Mereka, antara lain Kadis PU Bina Marga, Sunarti Setyaningsih, yang diduga menerima suap Rp 227 juta. Kabid Bina Marga Dinas PU, Judi Tetrahastoto diduga menerima Rp 350 juta. Dan Kabag ULP, Sanadji’hitu Sangadji diduga menerima Rp 330 juta. Sementara Saiful Ilah, diduga menerima Rp 550 juta.

Keempatnya didakwa telah menerima suap dari dua pengusaha kontraktor. Mereka didakwa dengan dakwaan yang sama, yakni melanggar pasal 12 huruf b undang-undang tipikor, junto pasal 55 ayat 1 ke-1 kuhp dan pasal 11 undang-undang tipikor/ junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (agung/stv)