Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Partai Demokrat menolak jika Pilkada Banyuwangi harus berhadapan dengan kotak kosong alias tanpa lawan. Penegasan itu dilontarkan Ketua DPC Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, disela paripurna mendengarkan pidato Presiden Jokowi di DPRD Banyuwangi, Jumat (14/8) siang.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, ini mengatakan tak sepakat jika pilkada harus berhadapan dengan lawan kosong. Sebab, kata dia, demokrasi di daerah harus ditegakkan. “Kalau lawan kotak kosong saya tidak setuju. Harus ada lawan, agar demokrasi bisa berjalan dengan baik,” kata Michael.

Menurut dia, Banyuwangi memiliki banyak figur yang bisa bertarung dalam pilbup, tidak harus kotak kosong. Lalu siapa yang akan diusung Demokrat ? Michael, memastikan partainya sudah mennyodorkan dua nama cabup ke DPP. Masing-masing, Yusuf Widiatmoko (Wabup Banyuwangi) dan Ipuk Fiestiandani (istri Bupati Abdullah Azwar Anas). “ DPP akan memilih satu dari dua nama ini. Yang jelas, akan mempertimbangkan usulan kami,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya optimis, satu dari calon yang diusung akan mendapatkan rekom dari DPP. Rencananya, kata Michael, rekomendasi dari DPP Demokrat akan diumumkan Rabu (19/8) depan di Jakarta. Saat ini, lanjutnya, sudah ada dua partai yang berkoalisi dengan Demokrat.  Namun, Michael enggan membocorkan dua partai tersebut.

Terkait calon dari dinasti, pihaknya tetap menolak. Namun, harus memiliki gaya kepemimpinan yang beda. “Kalau dinasti, memang berpotensi menumbuhkan “virus”. Tapi, kepemimpinannya harus beda,” pungkasnya. (wir)