Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Seorang mantan prajurit KKO yang kini dikenal sebagai Korps Marinir menjadi saksi sejarah pengangkatan jenasah para Jenderal Pahlawan Revolusi yang menjadi korban keganasan biadap PKI dan dibuang ke dalam Sumur Lubang Buaya Jakarta. Lelaki yang kini berusia 82 tahun ini harus berjuang melawan stroke dan diabetes yang dideritanya sejak dua tahun terakhir.
Beginilah kondisi Serma Purnawirawan Samuri. Lelaki 82 tahun ini setiap hari hanya bisa berbaring di tempat tidur di rumahnya Jalan Dinoyo Tangsi 7 nomor 7 Surabaya. Samuri, yang dulu gagah perkasa, terkulai lemah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Salah satu pelaku sejarah ini hanya bisa berbaring di tempat tidur melawan penyakit komplikasi stroke dan diabetes.
Meski terbaring sakit, bapak empat anak dan delapan cucu ini masih bisa bicara dengan lancar. Hanya saja, pandangan dan pendengarannya sedikit terganggu. Ingatannya akan sejarah masa silam, terutama pemberontakan G 30 S PKI masih cukup kuat. Bahkan, dia bisa cukup jelas dan gamblang menjelaskan soal evakuasi pengambilan jenasah para jenderal pahlawan revolusi.
Serma Pur KKO Samuri, adalah salah satu saksi sejarah saat evakuasi pengambilan jenasah para jenderal di Lubang Buaya yang dibantai PKI. Dia adalah salah satu tim yang ikut serta membantu mengevakuasi pengambilan jenasah bersama prajurit dari TNI AD. Samsuri, waktu itu menyiapkan alat untuk menyelam atau turun ke Sumur Lubang Buaya.
‘’Bapak sekarang hanya bisa terbaring di tempat tidur. Aktifitas sehari-harinya dihabiskan di tempat tidur, seperti sholat dan makan,’’ kata istri setia Samuri, Munawaroh, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Selasa (11/8).
Kondisinya yang demikian, mendapat perhatian dari pemerintah maupun dari korpsnya mariner. Berkat jasanya, sejumlah lencana penghargaan diterima oleh samsuri. Dia kerap diundang untuk menghadiri upacara Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan RI dan Hari Jadi TNI. Tetapi, karena kondisinya saat ini yang tidak memungkinkan karena sakit yang menyebabkan untuk tidak bisa menghadiri upacara tersebut. (irwanda/stv)