Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Batas pencairan sisa anggaran Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada kota Surabaya, senilai Rp 60 miliar yang sejatinya dicairkan pada 15 Juli lalu, hingga saat ini belum cair. Padahal, Pilkada serentak bakal dilangsungkan awal Desember mendatang.

Gelaran Pilkada serentak tinggal beberapa bulan lagi. Namun, kesiapan KPU kota Surabaya dalam menyambut Pilwali Surabaya masih terhambat dengan pengucuran anggaran Pilkada. Dalam hearing dengan komisi A DPRD Surabaya, KPU menjelaskan, bahwa hingga deadline pencairan yang sejatinya harus cair lima bulan sebelum gelaran Pilkada, namun, hingga saat ini tak kunjung cair.

Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, mengaku, dalam hearing sebelumnya Juni lalu, Pemkot Surabaya diberi tenggang waktu hingga 15 Juli untuk proses pencairan anggaran hibah senilai Rp 101 miliar. Untuk Senin depan pihaknya akan memanggil pihak Pemkot Surabaya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU kota Surabaya, Naafilah Astri, membenarkan, pencairan anggaran Pilkada Surabaya sesuai NPHD masih belum cair seluruhnya. Dari total anggaran Rp 101,2 miliar, yang telah cair baru 40 persen atau sekitar Rp 41 miliar.

Komisioner KPU kota Surabaya menyampaikan pada 22 Juli telah dilakukan penandatanganan addendum atau perubahan NPHD anggaran Pemilukada kota Surabaya 2020 bersama Pemkot Surabaya. Meski demikian, pihaknya berharap anggaran dari APBD Pemkot Surabaya segera dikucurkan agar KPU bisa memulai proses kesiapan Pilkada. (stady/stv)