Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Polisi tak mau kompromi dalam pemberantasan narkoba. Karena itu, komplotan pengedar narkotika jenis sabu seberat 2,7 kilogram dari sebuah rumah di Jalan Demak Surabaya diringkus. Ironisnya, dari kawanan ini polisi juga berhasil menangkap dua oknum anggota polisi yang bertugas untuk mengawal para pengedar.
Bahkan, kedua oknum itu terpaksa dihadiahi timah panas lantaran melawan saat akan ditangkap. Polisi berhasil membekuk enam orang tersangka, dimana dua diantaranya, merupakan oknum anggota polisi yang menjadi kawanan pengedar narkoba jenis sabu dan pil ekstasi yang beroperasi di sekitar kota Surabaya.
Kedua oknum tersebut yakni, Rizki (34) yang beralamat di Jalan Kemayoran Bangkalan Madura, serta Agus (36) warga Jalan Imam Bonjol Ponorogo Jawa Timur/Jatim. Sedang empat tersangka lainnya, yakni, Latifa alias Rara (27) warga Jalan Tenggumung Surabaya yang merupakan seorang pemandu lagu tempat hiburan malam. Fitria (21) warga Jalan Demak Zaidan (18) asal Jalan Taman Irawati Surabaya dan Ficki (28) warga Jalan Demak Surabaya.
Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkoba. Polisi kemudian menangkap tiga tersangka, yakni, Ficki, Fitria dan Zaidan di Jalan Demak Surabaya, 21 Juli lalu. Dari penggeledahan, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 40 gram dan 7 butir pil ekstasi, serta percakapan di HP salah satu tersangka terkait transaksi narkoba.
Dari petunjuk tersebut, polisi mengendus peredaran 14 kilogram sabu dan 500 butir pil ekstasi, yang dikirim ke sebuah rumah kos di Jalan Tambak Segaran Surabaya. Dari rumah itu, petugas menemukan Rizki, seorang oknum polisi bersama Latifa, yang belakangan diketahui merupakan kekasihnya.
Dari kedua tersangka, polisi mendapati barang bukti tiga bungkus narkoba jenis sabu. Masing-masing seberat 1 kilogram yang didapat dari seseorang berinisial HR, yang merupakan jaringan Lapas. Tak berhenti disitu, polisi juga menangkap Agus, oknum polisi lainnya di Perumahan Griya Asa Ponorogo dan mendapatkan barang bukti sabu seberat 26,88 gram.
Dari pemeriksaan sementara, kedua oknum polisi ini terlibat bisnis haram sejak 3 bulan lalu. Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, menegaskan, pihaknya tak pandang bulu dalam pengungkapan jaringan narkotika. Saat ini, kedua oknum telah ditangani secara internal.
Salah satu tersangka mengaku diiming-imingi uang sebesar Rp 10 juta untuk mengantarkan barang dengan sistem ranjau. Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti narkoba seberat 2,7 kilogram, pil ekstasi, alat timbang, serta pistol mainan dan senapan angin serta barang bukti lainnya.
Tersangka dijerat UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (farid/stv)