Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Menghadapi ancaman resesi ekonomi, pengusaha nasional Alim Markus, menghimbau agar pemerintah tak lagi mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB. Himbauan itu, diungkapkan karena pelaksanaan PSBB selama pandemi corona virus disease 2019 atau covid-19, membawa dampak besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen, dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.
Menanggapi kemungkinan ancaman resesi ekonomi di Indonesia, pengusaha nasional asal Surabaya, Alim Markus, meminta agar pemerintah tak lagi melakukan PSBB. Hal ini diungkapkan Alim Markus, saat memberikan bantuan 100.000 masker Merah Putih untuk Hari Kemerdekaan RI ke-75 di Polda Jatim Senin (10/8) siang.
Ia menyatakan, sektor usaha terutama transportasi, pariwisata dan hotel tengah terpukul. Untuk memulihkan ekonomi, ruang sosial-ekonomi harus dibuka. Tetapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Saat ini, kondisi ekonomi mulai membaik setelah tidak ada pelaksanaan PSBB.
Menurut dia, Indonesia kini dalam ancaman resesi ekonomi. Resesi adalah situasi yang terjadi ketika produk domestik bruto atau pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif selama dua kuartal berturut-turut. Jika dalam kuartal berikutnya ekonomi tetap negative, maka resesi berlanjut.
‘’Indonesia, dinyatakan berhasil keluar dari resesi saat kondisi ekonominya mulai tumbuh positif kembali,’’ katanya. Indonesia, hampir masuk ke resesi karena di kuartal II/2020, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Jika pada kuartal III/2020 ekonomi kembali minus, maka Indonesia resmi masuk resesi. Diharapkan, pemerintah segera membuat gebrakan selama tiga bulan ke depan agar resesi tidak terjadi. (feri/stv)