Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Selama pandemi covid-19, ribuan pekerja migran Indonesia asal Jawa Timur/Jatim pulang kampung dari tempat pekerjaannya di luar negeri. Berbagai penyebab yang melatar belakangi mereka untuk pulang. Diantaranya finish kontrak, maupun deportasi.

Selama pandemi covid-19, ribuan pekerja migran Indonesia asal Jatim pulang kampung dari tempat pekerjaannya di luar negeri. Mereka tiba di Jatim melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo. Kepulangan ribuan pekerja migran ini mempunyai berbagai penyebab yang melatar belakanginya.

Kepala UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Jatim, Budi Raharjo, mengatakan, selama adanya pandemi covid-19 ini mulai 15 Maret sampai 9 Agustus sudah ada 3.000 lebih tenaga migran asal Jatim yang tiba dari luar negeri. Diantaranya, ada 3.459 orang yang telah finish kontrak.

Selain itu, sebanyak 223 orang dipulangkan karena bermasalah serta 869 orang dideportasi. Sementara itu, ada pula 5.360 orang yang gagal berangkat ke luar negeri akibat adanya pandemi virus jenis baru ini.

Selama wabah virus corona ini, Pemprov Jatim melalui Disnakertrans Jatim tidak jadi memberangkatkan pekerja migran asal Jatim ke-luar negeri. Hal itu, karena adanya penghentian lalu lintas udara melalui penerbangan ke berbagai negara yang bertujuan untuk meminimalisir mata rantai penularan covid-19 antar Negara. Sementara, jika dibandingkan dengan kondisi normal, biasanya Disnakertrans Jatim rata-rata dapat memberangkatkan 3.000 orang calon pekerja migrant. (agung/stv)