Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Batik memang tidak ada hubungannya langsung dengan pandemi Corona. Tapi seniman, perajin dan penjual batik juga terimbas karena situasi yang diakibatkan virus asal Wuhan ini. Banyak industri dan pedagang batik akhirnya gulung tikar.

Adalah Diah Gardenia, seorang seniman batik lukis kenamaan, yang mencoba menghadirkan suasana baru di masyarakat melalu batik ciptaannya. Dia menawarkan warna indah yang membangkitkan semangat.

Sudah lebih 100 karya yang dihasilkannya selama pandemi Covid-19 ini. Perempuan cantik berhijab ini berkolaborasi dengan desainer kondang, Eko Candra, ada karya yang ditanganinya sendiri dari awal sampai selesai. Yaitu, Diah Gardenia Collection. Namun, ada juga yang prosesnya sebagian dikerjasamakan dengan komunitas ibu-ibu di daerah Pasuruan yaitu batik Sekartaji.

“Batik saya menitikberatkan pada permainan gradasi warna, dengan mengambil obyek yang ada di alam seperti bunga dan ikan,” kata seniman batik tulis, Diah Gardenia, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis(5/8).

Pada pandemi, Diah Gardenia, lebih banyak melakukan aktivitas di rumah untuk menyalurkan hobinya. Hambatan justru ada pada media untuk melukis, karena banyak toko kertas yang tutup.

“Saya sampai menggunakan bahan kertas roti untuk melukis pola,” jelas perempuan asal Jawa Barat ini.

Karya yang dihasilkan Diah Gardenia, memang sempurna. Perpaduan seni yang tinggi dan bahan yang berkelas. Karena itu harganya bertahan mulai Rp 2,5 juta hingga puluhan juta rupiah. Namun, ada juga yang cukup terjangkau. Yaitu, batik Sekartaji, berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta per lembar.

Keindahan karya Diah Gardenia, jelas terlihat saat di pameran dan diperagakan oleh peragawan dan peragawati di Boutique miliknya yang ada di Hotel Royal Singosari Cendana Surabaya.

“Motif bunga padmi/teratai adalah karya saya yang paling banyak diminati,” tambah istri General Manager Bukit Darmo Golf ini. (nanang)