Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Selama dua minggu terakhir, angka reproduksi efektif di kota pahlawan selalu terkendali. Mulai yang semula berwarna merah hingga berangsur kuning dan kini sudah dua pekan terakhir berubah menjadi hijau.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, memastikan, bahwa perubahan warna yang dimaksud bukanlah pada zona, melainkan warna yang terdapat pada RT tersebut. Dia menjelaskan, selama 14 hari terakhir mulai dari 21 Juli hingga 3 Agustus, RT di surabaya kurang dari angka satu, yang artinya penularan sudah dapat dikendalikan.

Feny, sapaan Febria Rachmanita, menjelaskan, dalam RT itu ada tiga simbol warna yang digunakan untuk menggambarkan angka penularan kasus. Pertama, warna merah yang artinya angka penularan diatas satu dan penyakit akan semakin menyebar dan jadi wabah di populasi. Kedua, warna kuning yang artinya penularan sama dengan satu dan penyakit akan konstan ada, tidak bertambah dan tidak berkurang di populasi sehingga menjadi endemis. Ketiga, warna hijau yang artinya nilai penularan dibawah satu dan penyakit dapat terkendali.

Selain itu, ia merinci angka RT tersebut dihitung dengan dasar data onset mulai 26 Februari hingga 3 Agustus atau setara dengan 160 hari. Berdasarkan data tersebut, Feny, menerangkan pada 21 maret hinga 23 mei atau bertepatan pada PSBB tahap satu dan dua berwarna merah. Kemudian pada 24 hinga 25 Mei membaik menjadi kuning. Berikutnya, pada 26 Mei hingga 4 Juni berubah menjadi warna hijau. Selanjutnya pada 5 hingga 6 Juni berubah menjadi kuning dan pada 7 Juni berwarna merah.

Penurunan angka penularan itu, menurut Feny, tidak lepas dari peran Wali Kota Risma, yang tak henti-hentinya gencar melakukan sosialisasi untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Wali Kota Risma, turun langsung menertibkan warga kota Surabaya. Seperti pembagian masker ke jalan-jalan, sosialisasi rutin ke berbagai tempat hingga blusukan menyusuri perkampungan. (stady/stv)