Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kalangan difabel di Banyuwangi mendapatkan perhatian khusus pada pemilihan bupati (Pilbup), 9 Desember mendatang. Mengantisipasi golput, KPUD Banyuwangi mengajari kalangan difabel mencoblos di TPS, Rabu (5/8) siang. Para difabel ini dari kalangan organisasi di Bumi Blambangan. Layaknya pencoblosan di TPS asli, para difabel diajak masuk ke bilik suara hingga memilih gambar pasangan cabup/cawabup di kertas suara.

Menggunakan peraga braile. “Kegiatan ini bagian dari mengajak kaum difabel menyalurkan hak pilihnya. Sesuai amanat Undang-Undang No 10/2016, penyelenggara pemilu harus memberikan akses mudah ke difabel,” kata Dian Purnawan, Devisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPUD Banyuwangi. Dijelaskan, simulasi pencoblosan kepada difabel ini untuk mengajak mereka mau dan bisa menyalurkan hak pilih dengan baik.

Pihaknya sudah menyiapkan 3.745 tempelate braile. Jumlah ini sesuai TPS yang tersebar di Banyuwangi. “Jumlah penyandang disabilitas yang nanti bisa mencoblos pilbub masih kita data terus. Data tahun 2019, jumlahnya seitar 2000 orang. Ini berpotensi bertambah,” jelasnya.

Pihaknya menggandeng organisasi difabel untuk memastikan setiap anggotanya bisa terdaftar sebagai calon pemilih. Nantinya, lanjut Dian, kalangan difabel mendapatkan akses khusus ketika di TPS. Mulai, akses jalur yang aman, alat coblosnya ramah dan disiapkan pendamping. “Difabel juga bisa membawa pendamping sendiri atau meminta bantuan petugas TPS,” imbuhnya.

Pihaknya berharap partisipasi kaum difabel dalam pilbup mendatang semakin membaik. Sementara itu, salah satu penyandang disabilitas Windoyo mengaku terbantu dengan pelatihan dari KPUD. “Ini membantu kaum difabel ketika nanti ke TPS. Kami berharap, akses difabel bisa dipermudah ketika akan menyalurkan hak pilih,” ujarnya. (wir)