Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Satu pejabat Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi positif corona. Kabar ini mengejutkan jajaran Pemkab Banyuwangi. Kini, pejabat tersebut mendapat perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Hasil penelusuran tim medis, pejabat ini tidak ada riwayat bepergian ke luar kota. Namun, memiliki riwayat bertemu kerabat yang datang dari luar kota. Terpaparnya pejabat itu berawal dari gejala awal yang dialami. Begitu dilakukan tes cepat molekuler (TCM), ternyata pejabat ini positif corona. “Kita ketahui sejak Senin (3/8) sore.

Setelah dilakukan TCM, ternyata positif,” kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr .Widji Lestariono, Selasa (4/8) sore. Begitu terdeteksi, pihaknya langsung melakukan tindakan cepat. Tim medis juga melakukan rapid test di tempat pejabat tersebut bertugas, yakni Mal Pelayanan Publik. “Sebanyak 147 staf di Mal Pelayanan Publik dilakukan rapid test massal.

Hasilnya, seluruhnya non reaktif,” jelas Kadis Kesehatan Banyuwangi ini. Meski begitu, pihaknya memastikan pelayanan di Mall Pelayanan Publik tetap buka seperti biasa. Tim medis juga melakukan rapid test ke keluarga pejabat yang positif corona tersebut. Terpaparnya pejabat Pemkab ini menambah daftar jumlah pasien positif corona di Kabupaten Banyuwangi. Hingga, Selasa sore, total pasien positif mencapai 71 orang. Dari jumlah ini, baru 3 pasien yang meninggal. Fenomena ini membuat Kabupaten Banyuwangi masuk dalam kategori zona kuning di Jatim. (wir)