Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kabar gembira bagi para lulusan SMK di Jawa Timur/Jatim. PT INKA sedang membutuhkan sedikitnya 500 karyawan untuk tenaga teknik pembuatan kereta api di pabrik Banyuwangi. Perusahaan plat merah ini sedang menggandeng SMK untuk menyiapkan tenaga standar. Sedikitnya lima SMK di Banyuwangi dilibatkan. Rekruitmen karyawan ini ditargetkan akan beroperasi akhir tahun 2021. “Tahap awal produksi, kami membutuhkan sekitar 300 – 500 karyawan teknik dan lainnya.

Kualifikasinya, nanti tergantung pesanan produksi,” kata Direktur Operasi PT INKA, Gede Agus Prayadnya usai menemani kunjungan Bupati Abdullah Azwar Anas, Selasa (4/8) pagi. Dijelaskan, rekruitmen tenaga kerja untuk perusahaan kereta api harus ketat. Apalagi, melibatkan modal asing. “Nanti, tenaga skill harus dilatih ketat. Kalau tenaga lokal, nanti tergantung pesanan,” tegasnya. Kini, pihaknya sedang fokus mempercepat penyelesaian konstruksi pabrik. Target awal Agustus 2020, ternyata harus molor akibat pandemic Covid-19.

Ditargetkan, akhir Oktober 2020, seluruh konstruksi sudah rampung. Selanjutnya, pemasangan mesin dan alat produksi lainnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, berharap proyek PT INKA bisa segera selesai. Sehingga, bisa menyerap lapangan pekerjaan. “Pemkab support karena ini penanaman modal. Namun, karena pendemi, ada kendala, pekerjaan molor tiga bulan. Karena itu, kami ingin melihat progress proyek ini,” kata Anas. Ditambahkan Anas, sedikitnya ada lima SMK yang dibina PT KAI. Nantinya, akan menjadi tenaga kerja sesuai skill yang dibutuhkan. Selain menyerap tenaga kerja, Anas ingin memastikan arsitektur pabrik INKA ini tetap menggunakan arsitektur Using khas Banyuwangi. (wir)