Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dugaan penganiayaan dokter jaga RSUD Blambangan, Banyuwangi oleh oknum LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) memasuki babak baru. Penyidik Polresta Banyuwangi akhirnya menahan oknum Ketua LSM GMBI Distrik Banyuwangi, Subandik (37) setelah ditetapkan sebagai tersangka, Senin (3/8) malam. Yang menarik, tersangka langsung digiring ke Polda Jatim untuk pengembangan penyidikan.

Sebelum digiring ke Polda, tersangka menjalani pemeriksaan maraton sekitar 6 jam. Sekitar pukul 17.45 WIB, tersangka digiring keluar dari ruangan penyidik. Pemeriksaan tersangka sempat diwarnai aksi demo puluhan anggota LSM GMBI. “Setelah melakukan pemeriksaan, oknum Ketua LSM GMBI kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan ke Polda,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin. Kenapa dibawa ke Polda? Menurut Kapolresta, penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus penganiayaan ini masih terus dikembangkan penyidik. Polda lanjut Kapolresta melakukan join investigation bersama Polresta dalam menangani kasus ini. “Ada penyelidikan dan penyidikan lanjutan antara Polresta dan Polda. Jadi, proses hukum jalan terus di Polresta dan Polda,” tegas perwira tiga melati di pundak ini. Tersangka dijerat dengan tiga pasal berlapis, masing-masing, pasal 214 KUHP tentang penganiayaan petugas yang sedang bertugas dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan atau pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Dari kasus ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, seragam alat pelindung diri (APD) milik dokter yang menjadi korban penganiayaan, bukti rekaman video dan hasil visum korban. Tersangka diancam dengan hukuman 8 tahun penjara. Kapolres menambahkan, penyidik baru menetapkan tersangka tunggal dari kasus ini. Sebanyak 15 saksi diperiksa, mulai tim medis hingga anggota LSM GMBI. Dugaan penganiayaan dokter jaga RSUD Blambangan ini terjadi, Senin (27/7) malam.

Ceritanya, sejumlah personel LSM GMBI mengantar salah satu warga yang sakit ke RSUD Blambangan. Oleh dokter jaga, dr. Kaharuddin Mirzani, pasien tersebut diberikan tindakan, lalu disarankan rawat jalan. Diantar personel LSM GMBI, pasien itu akhirnya dirawat inap di salah satu RS swasta. Tak berselang lama, sejumlah oknum LSM GMBI kembali lagi ke RSUD. Akhirnya terjadilah penyerangan dokter jaga tersebut. Korban luka memar dan lecet di bagian

punggung. Kuasa hukum tersangka, Nanang Slamet, membantah kliennya ditahan. Namun, masih dalam status diperiksa sebagai tersangka. Terkait pengeroyokan, pihaknya menegaskan jika kliennya tidak melakukan penganiayaan. Kliennya, lanjut Nanang, justru mendatangi dokter jaga seorang diri. (wir)