Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)
Memanfaatkan limbah bulu domba, salah satu warga Sidoarjo, sulap bulu hewan ini menjadi kerajinan tangan. Selain unik dan menarik, kerajinan ini juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dalam sebulan, mampu meraup untung puluhan juta rupiah. Inilah kerajinan bulu domba yang mampu disulap oleh Eva Sanjaya, salah satu warga Taman Sidoarjo. Dari keuletannya, limbah bulu hewan ini mampu disulap menjadi kerajinan tangan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Tak hanya unik dan menarik, tentu kerajinan tangan ini mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ide ini berawal dari banyaknya bulu domba yang dihasilkan peternak hewan ini di Sidoarjo, Eva Sanjaya, bersama komunitasnya akhirnya memanfaatkan untuk dijadikan sebuah kerajinan tangan. Diantaranya menjadi boneka, lukisan, bunga dan masih banyak lagi lainnya. Sebelum dijadikan kerajinan, bulu domba dihaluskan terlebih dahulu. Selanjutnya, diberi pewarna tekstil, hingga merangkainya dengan jarum dan kertas khusus hingga menjadi sebuah lukisan menarik. Untuk satu kerajinan bulu domba ini dibandrol Rp 50.000 hingga Rp 900.000, tergantung tingkat kesulitan dan besarnya lukisan maupun boneka. Untuk pemasarannya, Eva, memanfaatkan media sosial. Dalam sehari, Eva, bersama komunitasnya mampu memproduksi sekitar 20 pak boneka dan dua lukisan bulu domba. Menjelang Idul Adha lalu, pesanannya meningkat 10 persen. Selain diminati warga Sidoarjo, kerajinan ini juga kerap dipesan pecintanya dari Surabaya, Jember, Bondowoso, hingga aceh. Alhasil, dalam sebulan mampu meraup omset hingga puluhan juta rupiah. Meski di tengah pandemi covid-19, sejumlah emak-emak ini tetap bisa berkarya dan meraup hoki. Agar kerajinan bulu domba lebih diminati masyarakat luas, Eva, bersama komunitasnya juga seringkali mengikuti pelatihan maupun pameran. Mulai dari Jawa hingga luar pulau. Hal itu, dilakukan agar usahanya dapat berkembang pesat, dan pendapatannya semakin meningkat. (agung/stv)