Gresik, (bisnissurabaya.com) – Kata isu biasa digunakan dalam urusan politik. Karena ini, muncul akibat masalah yang lama tidak terselesaikan. Isu merupakan peristiwa atau kejadian yang dapat terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang. Baik isu yang menyangkut ekonomi, sosial, politik, pendidikan ataupun pembangunan. Isu jadi komoditi politik sebagai kritikan atas lawan ataupun sebagai kritik sosial terhadap kondisi masyarakat. Isu juga sering disebut rumor, kabar burung atau gosip demi pencapaian popularitas.

Isu politik merupakan isu-isu yang diungkapkan bertujuan sebagai bentuk agenda politik melalui penonjolan opini dalam berita-berita propaganda dengan jangkauan tertentu guna kepentingan politik praktis.Target isu politik merupakan jurus atau cara menjatuhkan lawan politik dalam memperoleh dukungan maupun perolehan suara di pemilu. Publik memperoleh informasi ataupun data yang dipublikasikan lewat kampanye sebagai isu strategis untuk meraih popularitas dari publik atau masyarakat. Isu strategis merupakan kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan, karena dampaknya yang signifikan bagi daerah atau masyarakat di masa datang.

Bagaimana isu politik dimunculkan saat kontestan politik? Hal ini dimungkinkan karena tidak adanya realisasi janji politik, mengakibatkan tidak adanya keseimbangan kondisi sosial atau politik di masyarakat. Isu Kali Lamong diangkat dan dikemas dalam isu politik di Pilkada Gresik 2020 dibanding isu-isu strategis lainnya. Agar isu politik menarik dan mendapat simpati dari masyarakat, tergantung dari penggagas dalam mengelola isu politik menjadi sebuah solusi. Terutama penguasaan akar masalah jadi sangat penting bagi calon pemimpin. Janji politik, menyatakan, kesediaan atau kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Selain itu, janji juga merupakan sebuah kontrak yang menandakan transaksi antara calon pemimpin dengan masyarakat. Janji sendiri bisa disampaikan melalui lisan atau tulisan. Melanggar janji dapat dikatakan sebagai perbuatan tercela. Siapapun bisa berbuat janji termasuk calon pemimpin.

Politik dan janji adalah dua hal yang berkaitan erat, karena tanggapan pemahaman orang atas relasi keduanya ternyata sangat tergantung pada situasi dan kepentingan politis. Politik dan janji memang tidak bisa dipisahkan dari setiap perhelatan kontestan pemilu. Maka dari itu, sering dikatakan setiap ada politik pasti ada janji. Persoalannya, adalah bukan terletak pada ada atau tidaknya janji. Melainkan, kualitas janji dalam kampanye yang dikenal dengan sebutan janji politik praktis. Rasionalitas janji harus sesuai dengan kemampuan manajerial calon pemimpin dalam mengelola, menjalankan pemerintahan dan membuat kebijakan strategis pembangunan untuk mengeksekusi janji-janji politiknya saat kampanye.

Start perhelatan pesta demokrasi Pilkada Gresik 2020 belum dimulai. Namun, pergerakan yang aroma kampanye sudah sangat terasa. Demokrasi hakekatnya adalah proses keterlibatan rakyat (masyarakat) untuk memilih pemimpinnya, dengan maksud tujuan mensejahterakan kehidupannya. Bagaimana, dengan masyarakat kita saat ini? Apakah sudah cerdas dalam memilih calon pemimpinnya? Mari kita sambut pesta demokrasi sebagai ekspetasi memilih pemimpin yang dapat menepati janji-janji politiknya.
(Mas’ud Hakim, M.Si/Direktur PiAR)