Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Perempuan cantik itu bernama Siti Rohmatul Ummah,S.Pd. Murid-muridnya kerap memanggilnya dengan Ibu Ummah. Dia mengajar di kelas VI SDN Nguling II Pasuruan yang dipimpin Kepala Sekolah, Wuwul Sugiharmi,S.Pd.

Selama musim pandemi, alumni STIKIP PGRI Pasuruan  jurusan Bahasa Inggris tahun 2009 dan alumni PGSD  tahun 2016 ini, tetap melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Pasuruan. Mulai dari metode luring/ luar jaringan yang mengedepankan pemberian lembar tugas kepada siswanya.

Kemudian  metode daring/ dalam  jaringan yang menggunakan jaringan internet melalui aplikasi zoom sebagai sarana pertemuan.

“Selain itu, juga ada metode guling/guru keliling yaitu tatap muka langsung maksimal 7 orang,” kata guru SD Nguling II, Siti Rohmatul Ummah,S.Pd, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Sabtu (1/8).

Hikmah yang bisa diambil dari pandemi Corona antara lain, para orang tua bisa tahu betapa susahnya mengajar siswa. Karena mengajar perlu memahami karakter dan sifat masing-masing anak didik.

“Karena itu, diharapkan para orang tua supaya lebih bijak, jika ada siswa ada yang dimarahi oleh gurunya,” jelas mantan Ketua guru Bahasa Inggris se-Kecamatan Nguling ini.

Di media sosial banyak anak yang gerah dan tidak betah diajar ibunya sendiri di rumah saat pandemi. Hal ini terungkap dari curhatan seorang anak di media sosial. “Ya Allah, kapan Corona berakhir? Karena ternyata mamaku tidak berbakat menjadi guru. Dia kurang sabar, bisanya marah-marah melulu.

Sebagai seorang guru muda, Ummah, tidak mengalami kesulitan saat harus mengajar menggunakan metode daring saat pandemi. Apalagi Menteri Pendidikan, Nadiem, juga mewajibkan penggunaan IT dalam menjalankan belajar mengajar dan administrasi.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan  menerapkan juga metode daring dalam pembelajaran
“Alhamdulillah, saya pernah mendapat paket data dari sekolah” tambah perempuan cantik kelahiran bulan Juli ini yang menjabat Ketua Koperasi Rabuni Jawa Timur/Jatim ini.

Di tengah aktifitas mengajar, Ummah, juga aktif sebagai Pelatih Pembina Pramuka  dan Andalan Bina Muda di Kwarcab Pasuruan. Dia sering menjadi team teknis di setiap kursus-kursus yang diadakan Kwarcab setempat.

Selain itu mantan aktivis IPPNU dan Leader MLM bergerak dibidang Kesehatan ini juga pernah mendapat penghargaan rekor Muri untuk kategori rekor penyelaman dengan penyelam wanita terbanyak di Indonesia dan dunia, saat mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut Situbondo, di event Diving Kartini 2018  yang diselenggarakan Lantamal V Surabaya. (nanang)