Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dugaan penganiayaan dokter jaga RSUD Blambangan, Banyuwangi oleh oknum LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) terus berbuntut. Terbaru, aliansi lintas LSM di Banyuwangi mendorong Polresta Banyuwangi mengusut kasus tersebut. Dukungan ini dilakukan dengan mendatangi Mapolresta, Kamis (30/7).

Kedatangan puluhan orang perwakilan LSM ini diterima langsung Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin. Massa menyerahkan penggalangan tanda tangan untuk mendorong Polresta mengusut kasus yang meresahkan tersebut. “Kami mendukung Polresta secara profesional dan secara keadilan untuk mengusut kasus penganiayaan dokter RSUD Blambangan.

Apalagi, kasus anarkisme ini bukan sekali dilakukan oleh oknum LSM GMBI,” kata Koordinator Lintas LSM Banyuwangi, Eko Sukartono. Ia menyatakan, aksi anarkisme oknum LSM ini akan berdampak pada tercorengnya nama baik LSM di Banyuwangi. Karena itu, pihaknya mendukung Polresta tak tebang pilih dalam mengusut kasus ini. Sehingga, ada pembelajaran yang baik bagi kalangan LSM dalam melakukan tugasnya. Tidak menggunakan kekerasan dan anarkisme.

Total LSM yang bergabung dalam gerakan usut anarkisme LSM ini sebanyak 26 LSM. “Ini gabungan LSM di Banyuwangi,” tegas Eko. Pihaknya bersama lintas LSM siap melakukan penghadangan jika ada oknum LSM yang mendatangkan bantuan dari luar Banyuwangi untuk membuat gerakan tandingan. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, menegaskan, pihaknya sudah memeriksa lebih dari 5 orang saksi terkait kasus ini. Namun, belum ditemukan tersangka. “Terlapor sudah dipanggil. Alat bukti masih disinkronkan. Yang jelas, penyidikan masih jalan terus,” tegas mantan Wadir Reskrimum Polda Jatim ini.

Kasus penganiayaan dokter jaga RSUD Blambangan ini terjadi, Senin (27/7) malam. Ceritanya,sejumlah personel LSM GMBI mengantar salah satu warga yang sakit ke RSUD Blambangan. Oleh dokter jaga, dr Kaharuddin Mirzani, pasien tersebut diberikan tindakan, lalu
disarankan rawat jalan. Diantar personel LSM GMBI, pasien itu dirawat inap di salah satu RS swasta. Tak berselang lama, sejumlah oknum LSM GMBI kembali lagi ke RSUD. Mereka diduga menyerang dokter jaga tersebut. Korban luka memar dan lecet di bagian punggung. (wir)