Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Peringatan Hari Besar Islam Idul Adha yang jatuh setiap 10 Dzulhijah merupakan peringatan hari raya yang penuh makna bagi umat muslim di seluruh dunia. Di hari raya tersebut, umat muslim berqurban dengan menyembelih hewan ternak sebagai bentuk simbol ketaqwaan dan kecintaan terhadap Allah SWT. Namun, tidak semua hewan ternak dapat diqurbankan. Hanya hewan sapi, kambing dan unta saja yang dapat disembelih dan dibagikan dagingnya.

Hampir setiap keluarga, memiliki daging qurban di rumahnya. Karena mereka merupakan prioritas mendapatkan daging qurban. Biasanya daging tersebut diolah menjadi masakan dan dimakan bersama dengan keluarga.

Selama ini, banyak keluarga hanya mengolah daging qurban, terutama sapi dan kambing, hanya dimasak menjadi sate dan gule semata. Jarang diolah menjadi menu lain.

Berkaitan dengan hal tersebut, Quest Hotel Darmo Surabaya berbagi resep olahan daging kambing dengan mendemontrasikan proses memasak secara langsung di akun instagram

“Kami mengajarkan pembuatan menu yang mudah dipraktekkan di rumah, yaitu tengkleng kambing,” kata Executife Cheff Hotel Quest Darmo Surabaya, Dolimin, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (30/7).

Tengkleng, merupakan masakan sup khas kota Solo yang berbahan dasar daging kambing dan tulang kambing, yang dimasak bersama dengan bumbu dan rempah-rempah pilihan. Seperti lengkuas, jahe, kunyit, serai, kemiri, pala, cengkeh, santan dan masih banyak bumbu serta rempah khas Indonesia lainnya tentu menambah aroma dan cita rasa yang khas dari sup tersebut.

Menu tengkleng sendiri berasal dari masa penjajahan di Solo ketika banyak warga yang menggunakan sisa tulang dan jerohan yang tidak dimakan oleh para kaum bangsawan. Dinamakan tengkleng karena masakan ini dulunya diletakkan di piring yang terbuat dari gebreng atau seng yang mengeluarkan bunyi ‘kleng, kleng, kleng’. Sehingga tercetuslah nama makanan tengkleng.

Menu tengkleng adalah sajian turun-temurun yang sering disajikan dalam acara keluarga. “Kami berharap dapat memberikan resep yang bisa dinikmati bersama saat kumpul keluarga mereka,” tambah penemu resep ayam temulawak ini. (nanang)