Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pasangan suami istri (pasutri) ini benar-benar kompak. Keduanya menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor lintas kota. Aksinya berhasil dibongkar polisi. Sang suami terpaksa ditembak kaki, karena melawan petugas saat disergap.

Pasutri ini, AR (40) dan WJ (40) warga asal Malang. Keduanya disergap polisi ketika bersembunyi di sebuah rumah kontrakan di Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi. “Penangkapan ini hasil pengembangan sejumlah laporan curanmor. Ternyata, pelakunya kedua tersangka,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (29/7) kemarin.

Hasil penyelidikan polisi, lanjut Kapolresta, pelaku adalah residivis kambuhan. Data sementara, pelaku sudah beraksi di enam TKP. Sasarannya, motor yang di parkir di dalam garasi. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berbagi peran. Sang suami bertugas sebagai eksekutor, istrinya mengantar ke lokasi.

“Saat beraksi, pelaku berpura-pura mencari bekicot, menggunakan lampu tempel di kepala,” jelasnya. Bahkan, beberapa aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV. Menurut Kapolresta, pelaku menjual barang curiannya ke luar daerah. Satu unit motor curian dijual sekitar Rp 3,5 juta. Dari kasus ini, polisi mengamankan banyak barang bukti.

Diantaranya, enam unit motor matik berbagai merk, belasan kunci T dan gembok. “Pelaku memang spesialis dan masuk residivis,” pungkas Kapolresta. (wir)