Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Banyuwangi dinilai berhasil menekan angka penyebaran Covid-19, sehingga layak membuka industri pariwisata. Setelah Banyuwangi, pembukaan industri pariwisata nasional dilanjutkan ke Bali.  Penegasan itu dikemukakan Menteri Koordinator/Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ketika membuka pariwisata nasional pasca pandemi Covid-19 dari Kabupaten Banyuwangi, Rabu (29/7) kemarin.

Pembukaan pariwisata nasional ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutama dan Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Menurut Luhut, Banyuwangi terbilang sukses mengelola penanganan Covid-19. Karena penanganan Covid-19 menjadi acuan bagi daerah untuk mengembangkan pariwisata pasca pandemi Covid.

“Kalau penanganan Covid-19 bagus, berarti daerah itu akan mampu membuka industri pariwisata dengan baik,” kata Luhut, yang bersamaan membuka Rakor Pengembangan Pariwisata. Karena itu, pihaknya memuji Kabupaten Banyuwangi yang bisa dijadikan acuan dalam penanganan pariwisata di era new normal.

Meski kran pariwisata mulai dibuka, pihaknya meminta protokoler kesehatan harus diterapkan dengan ketat. Mulai penyajian atraksi pariwisata, makanan hingga akomodasi perhotelan. Luhut, memastikan akan mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Salah satunya, akan melaporkan ke Presiden terkait pengembangan kawasan wisata Plengkung, Alas Purwo.

Rencananya, tahun 2021 akan dijadikan lokasi pesta olahraga surfing dunia. Luhut, juga menyinggung soal vaksin Covid-19 yang sudah diproduksi bersama tiga negara, Tiongkok, Uni Emirat Arab dan Inggris. Targetnya, tahun 2021, vaksin bisa dipakai secara massal di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pihaknya sudah memberikan standarisasi bagi para pelaku industri pariwisata. Mulai dari kawasan wisata, perhotelan hingga rumah makan. “ Protokoler ini untuk menyambut era new normal pascapandemi Covid-19,” tegasnya. (wir)