Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Di era new normal, sholat Idul Adha di Masjid Al Akbar surabaya akan menerapkan pembatasan jumlah jamaah, dengan menggunakan sistem id card. Penerapan sistem id card dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus covid -19. Sistem id card ini pun mulai dibagikan kepada para jamaah masjid yang telah mendaftar terlebih dahulu melalui sistem online. Dimasa pendemi covid-19, kapasitas Masjid Al Akbar seharusnya bisa diisi 40.000 jamaah, kini hanya untuk 5.000 jamaah.

Pada era new normal, penerapan sholat Idul Adha di Surabaya berbeda dari yang lainnya. Di Masjid Al Akbar surabaya, pihak panitia masjid menerapkan sistem pembatasan kuota, dengan membagikan id card. Sistem ini, dilakukan, agar setiap jamaah sholat idul adha dapat termonitor. Selain itu, pihak panitia dalam penyelenggaraan sholat Idul Adha juga menerapkan shaf berjarak sesuai protokol kesehatan. Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy Noor, mengatakan, penyelenggaran sholat idul adha kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Para jamaah harus mendaftar terlebih dahulu secara online untuk bisa sholat di Masjid Al Akbar, kemudian mendapatkan id card sebagai penanda para jamaah. Pihak masjid sendiri menyediakan 5000 kuota bagi para jamaah yang ingin sholat di Masjid Al Akbar. Hingga saat ini, sudah ada 2.300 id card yang telah siap dibagikan kepada para jamaah. Panitia masjid sendiri secara bergelombang membagikan id card kepada para jamaah yang dimulai hari ini dan esok bagi jamaah wanita. Sementara itu, menurut salah satu jamaah sholat Idul Adha, Yunanto, mengaku dengan adanya sistem seperti ini sangat membantu para jamaah untuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan di tengah wabah pandemi corona virus.

Panita penyelenggara sholat Idul Adha juga menghimbau kepada para jamaah yang ingin sholat di Masjid Al Akbar segera melakukan pendaftaran secara online agar kuota sholat terpenuhi. Selain itu, para jamaah juga dihimbau saat sholat nantinya mematuhi protokol kesehatan. (feri/stv)