Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Era new normal, Banyuwangi kembali membuat inovasi untuk menarik wisatawan. Salah satunya, menggarap potensi perikanan. Kabupaten ujung timur Jawa ini menawarkan wisata menyantab ikan bakar layaknya di Belanda. Lokasinya di pinggir sungai, berbatasan dengan laut Selat Bali.

Meski terbuka untuk umum, protokol kesehatan tetap diterapkan. Cukup ketat. Wisata kuliner ini ditawarkan paguyuban pedagang ikan bakar Plengsengan Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Puluhan pedagang diberikan lapak, seluruhnya berderet rapi.

Di belakangnya perahu nelayan berjajar rapi, berlatar belakang Selat Bali. Sangat indah. Karena protokol Covid-19, lapak ditutup dengan plastik bening, transparan. Namun, tak mengurangi keindahan suasana sore di lokasi.

“ Ini bagian inovasi pariwisata menyambut new normal. Kita harus punya inovasi agar wisatawan tetap datang tanpa melupakan protokoler Covid,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai pembukaan wisata ikan bakar Mandar, Jumat (24/7). Menurut Anas, keindahan wisata ikan bakar Kampung Mandar tak perlu diragukan. Alamnya indah. Sepintas mirip di Belanda.

Persis di pinggir aliran sungai, membujur ke pantai. “Ini mirip suasana di Belanda. Masakannya juga enak,” kata Anas. Pihaknya berharap inovasi ini menjadi
tatanan baru dalam menggaet wisatawan.

Protokol kesehatan kata Anas tetap menjadi prioritas. Namun, tak mengurangi kenyamanan wisatawan.
Era new normal, lanjut Anas, pariwisata akan tetap menjadi andalan Banyuwangi. Syaratnya, protokol kesehatan wajib diterapkan. Karena itu, para pedagang kuliner dan pelaku pariwisata diberikan tata cara protokol kesehatan dalam menyambut wisatawan. “Jaga jarak dan fasilitas kebersihan harus diterapkan,” pungkasnya. (wir)