Surabaya, (bisnissurabaya.com) – PT KAI Daop 8 Surabaya, kini membuka 4 KA jarak jauh/ dan 12 KA lokal. Selain itu, penumpang tak perlu lagi mengurus surat SIKM, tetapi hanya menunjukkan surat keterangan kesehatan bebas covid-19 dan mengisi aplikasi cirona likelihood metric (CLM) pada aplikasi jaki.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, mengatakan, penumpang kereta api ke arah Jakarta, kini tak perlu lagi membawa surat izin keluar masuk atau SIKM, sejak 14 Juli yang lalu. Sebagai gantinya, para penumpang wajib mengisi CLM pada aplikasi jaki. Selain itu, para penumpang kereta api jarak jauh ini, tetap harus menunjukkan surat bebas covid-19 hasil dari rapid tes maupun tes PCR yang berlaku sejak 14 hari diterbitkan. Jika di daerah asal penumpang tidak ada fasilitas rapid tes atau tes PCR, mereka bisa menujukkan surat bebas influenza yang dikeluarkan oleh dokter atau puskemas.

Suprapto menjelaskan, penerapan protokol kesehatan bagi penumpang kereta api khsususnya di Stasiun Gubeng terus dilakukan. Penumpang yang akan naik kereta api harus dalam kondisi sehat, tidak sakit. Pada saat pemeriksaan sebelum naik kereta, suhu tubuh tidak boleh diatas 37 derajat. Tetap menggunakan masker, memakai baju lengan panjang, menjaga jarak. Dan khusus untuk penumpang jarak jauh, harus memakai face shield yang sudah disediakan PT Daop 8 di dalam kereta.

Penumpang diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah di terapkan, untuk memunculkan perasaan aman dan nyaman bagi seluruh penumpang dan karyawan kereta api. Sehingga, kereta api bisa kembali menjadi moda transportasi pilihan di tengah pandemi covid-19. (husni/stv/)