Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya Surabaya, membuat masyarakat menderita. Banyak korban meninggal dunia. Juga tak sedikit yang dirawat di rumah sakit rujukan. Tentu saja, pemerintah kelabakan mencari upaya penyelesaian pandemi virus asal Wuhan China ini.

Sementara, pemerintah berupaya mencari anti virus, di masyarakat juga ada kesibukan yang sama yaitu memproduksi minuman herbal untuk menjaga imunitas daya tahan tubuh. Seperti wedang pokak, dan temulawak.
Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah/UMKM berlomba-lomba membantu pemerintah menciptakan minuman herbal jenis lain. Sebut saja, Erika dan Aisyah. Kedua perempuan cantik alumni Fakultas Ekonomi Unair ini menciptakan aneka minuman herbal nan segar yang dapat menyehatkan tubuh.
“Kami memproduksi minuman herbal tepat saat corona berlangsung,” kata owner minuman herbal Sensenes, Erika, didampingi Aisyah kepada bisnis surabaya.com di Surabaya Jum’at (24/7) pagi. Produk yang juga diilhami rasa rindu kepada pasangan mereka masing-masing, karena hubungan long distance relationship/LDR ini memiliki berbagai varian.

Seperti kurma- lemon, rosella-telang, pokak klasik, kayu manis, green lime papermint, pandan vanilla, dan produk berbasis susu kedelai, almond, dan hazelnut. Sebelum diproduksi massal, minuman herbal tersebut dikosumsi oleh mereka dan keluarga masing-masing.
“Saya sebelumnya adalah penderita auto imun, sementara keluarga Erika ada yang menderita diabetes,” jelas Aisyah, yang tinggal di Pandean ini. Berbekal semangat untuk menerapkan pola hidup sehat, maka minuman herbal yang mereka produksi menggunakan bahan sehat seperti gula casava/ singkong, serai, jahe, dan pandan, sebagaimana referensi yang mereka pelajari secara otodidak dari berbagai buku.

Berbagai suka duka sudah mereka alami, mulai mengenaskan warna produk sesuai standard, maupun trial and error pada saat produksi. “Pernah anak saya yang masih balita secara tidak sengaja mencampur kan bahan-bahan saat bermain,” tambah Erika, yang asli Gubeng Kertajaya ini.
Saat ini, minuman herbal produksi dua perempuan cantik berhijab ini, laris manis di pasaran. Dari berbagai penjualan diaplikasi online seperti grab food, go food, tokopedia, shoopee, instagram, dan facebook, selalu ada pembeli yang repeat order.

“Kami banyak belajar dari orang barat dalam menerapkan pola hidup sehat secara ketat,” tambah ibu cantik dengan dua anak ini. (nanang)