Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Warung kopi/Warkop yang satu ini mungkin patut ditiru. Warkop di kawasan Jalan Bagong Tambangan Surabaya ini peduli tarhadap nasib anak-anak yang tidak mampu. Pemilik warkop menyediakan tempat buat siswa SD, SMP dan SMA/SMK yang tidak mampu untuk sekolah online. Selain bisa memakai wifi khusus, pemilik warung juga menyediakan teh hangat. Sehingga, mereka masih bisa terus sekolah di tengah pandemi covid-19.

Kepedulian Warkop Pitu Likur di Jalan Bagong Tambangan Ngagel Surabaya, terhadap nasib anak-anak yang tidak mampu, untuk bisa sekolah online ini patut diacungi jempol. Di tengah banyaknya orang tua yang tidak mampu membeli paket data internet, padahal saat ini kegiatan belajar dialihkan secara online.

Hal inilah yang membuat, pemilik Warkop Pitu Likur ikut prihatin. Karena itulah, ia menyediakan tempat di warungnya untuk digunakan para pelajar, khususnya mereka yang tidak mampu membeli paket internet, bisa sekolah online di tempatnya. Selain menyediakan wifi, pemilik warkop juga memberi teh hangat gratis bagi para pelajar ini.

Semua itu dilakukan demi anak-anak bisa terus belajar meski di tengah keterbatasan. Dengan fasilitas yang diberikan, beberapa pelajar tak mampu datang dengan mengenakan seragam sekolah. Baik siswa SD, SMP maupun SMA atau SMK untuk bisa melaksanakan sekolah online. Seperti, Yohanes Bintang Siahaan, Pelajar SMK N 12 Surabaya ini, sejak pukul 08.00 WIB sudah berada di warkop ini untuk bisa mengerjakan tugas online dari sekolah.

Sementara, Pemilik Warkop, Husein Ghozali, berharap dengan adanya wifi gratis yang diberikan bisa digunakan pelajar untuk sekolah online dan mengerjakan tugas sekolah dan bukan untuk bermain game. Selain itu, pemilik warkop juga memberi segelas teh hangat dan memberi waktu belajar di warkop mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB sesuai dengan jam belajar sekolah.

Setelah jam belajar selesai, para pelajar diminta untuk pulang ke rumah dan tidak nongkrong atau main game. Diharapkan, masyarakat lainnya juga dapat membantu anak -anak tak mampu agar bisa mengikuti sekolah daring atau online dengan fasilitas internet secara gratis. (irwanda/stv)