Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Peraturan Pemkot Surabaya yang mewajibkan pekerja asal luar kota membawa surat bukti rapid test dengan hasil non reaktif atau SWAB tes negatif saat hendak masuk ke Surabaya, menuai pro dan kontra. Karena itu, Dewan Pertimbangan Kadin Surabaya meminta pemkot untuk memfasilitasi rapid tes gratis bagi pekerja.

Apalagi sekarang ini para pekerja maupun perusahaan banyak yang mengalami kesulitan ekonomi disaat pandemi covid-19. Hal ini, ditegaskan Jamhadi, Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri, Kadin Surabaya. Pihaknya menyayangkan soal aturan wajib rapid tes bagi pekerja asal luar surabaya saat hendak masuk ke kota surabaya. Kebijakan itu tertuang dalam pasal 12 ayat 2 huruf f yang berbunyi wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif atau SWAB dengan hasil negatif yang dikeluarkan dokter rumah sakit – puskesmas bagi pekerja yang berasal dari luar daerah yang berlaku 14 hari pada saat pemeriksaan.

Dengan adanya syarat ini, Jamhadi yang juga Ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nasional Wilayah Jatim, meminta kepada pemkot surabaya untuk memfasilitasi rapid tes gratis bagi pekerja luar Surabaya yang hendak masuk ke kota Surabaya. Apalagi sekarang ini banyak para pekerja maupun perusahaan yang mengalami kesulitan ekonomi di saat pandemi covid-19. Apalagi selama 5 bulan ini masyarakat kelas pekerja merasakan beban ekonomi yang berat. Dewan Pertimbangan Kadin Surabaya, Jamhadi, mengatakan, Surabaya sebagai kota metropolitan menyebabkan banyak kegiatan perekonomian. Bahkan, pekerjanya banyak yang berasal dari luar kota Surabaya.

Karena itu, kewajiban menyertakan hasil rapid tes negatif bagi pekerja luar surabaya yang akan memasuki kota ini, harus diimbangi dengan sikap yang bijak bagi pemangku kebijakan di kota ini. Sehingga tidak sampai merugikan pekerja secara ekonomi. Selain itu, masyarakat harus tertib mematuhi protokol kesehatan saat bekerja, sehingga pergerakan roda perekonomian dapat cepat pulih kembali. (agung/stv)