Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Hanya dalam hitungan 12 hari, polisi berhasil mengungkap sedikitnya 105 kasus. Dari kasus ini, sebanyak 78 tersangka diringkus. Beberapa diantaranya berstatus residivis. Ungkap kasus ini hasil Operasi Sikat Semeru 2020.

Dari sekian kasus yang terungkap, didominasi kasus pencurian dan pemberatan (curat). Jumlahnya 43 kasus dengan 44 tersangka. Selanjutnya, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 34 kasus, tersangkanya 11 kasus. Polresta juga mengungkap 2 kasus debt kolektor, tersangkanya 3 orang. “Ungkap kasus ini merupakan hasil kerja keras jajaran Polresta, terhitung 6-17 Juli,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (22/7) siang.

Polresta juga membongkar kasus ilegal logging dan penyalahgunaan senjata api (senpi) rakitan. “Senpi ini sejatinya senapan angin, namun dimodifikasi menjadi senjata api. Pelaku kita jerat dengan UU Darurat,” jelas Kapolresta. Ia menambahkan Operasi Sikat ini juga menyasar kejahatan jalanan, termasuk penyalahgunaan bahan peledak. Targetnya, untuk menciptakan suasana kondusif.

Dari sekian kasus yang diungkap, polisi mengamankan ratusan barang bukti. Diantaranya, 58 ponsel, 11 unit motor, 11 unit senjata tajam, 48 amunisi caliber 22 milimeter dan satu truk kayu gelondongan. Para tersangka seluruhnya diamankan di Mapolrest Banyuwangi. (wir)