BUMN ini Manfaatkan Sampah untuk Bahan Bakar Alternatif

26

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Sampah perkotaan kini bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternative. Bahkan hasil dari olahan limbah ini setara dengan fungsi batubara. Dan bisa dijadikan bahan bakar untuk kegiatan suatu perusahaan. Seperti yang dilakukan PT Semen Indonesia (SIG) Tbk melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), memanfaatkan sampah perkotaan yang berada di Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.

Hasil dari proses pemanfaatan sampah ini sebagai bahan bakar alternatif dalam pembuatan semen di pabrik SBI. Operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) dilaksanakan di Cilacap, Selasa (21/7). Hadir Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yassin Maimoen, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Produksi SIG, Benny Wendry dan Direktur Utama SBI, Aulia Mulki Oemar.

Sampah yang akan diolah menjadi bahan bakar alternatif. (Foto/sam)

Direktur Produksi PT SIG, Benny Wendry, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik. “Refuse-Derived Fuel (RDF) merupakan hasil dari sampah domestik yang diolah dengan metode biodrying untuk dijadikan energi terbarukan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3 persen substitusi energi panas,” katanya.

Saat ini sampah terus bertambah tiap hari dan menjadi masalah besar di beberapa daerah termasuk Kabupaten Cilacap. “Kondisi menumpuknya sampah ini yang memberikan dorongan bagi kami untuk memanfaatkan sampah yang semula tidak bernilai menjadi energi alternatif pengganti batu bara,” tambah Benny. Ia menjelaskan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. SIG ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyampaikan penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia. Dan diharapkan agar pilot proyek ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik. “Harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial.

Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Luhut. Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pertama di Indonesia ini merupakan milik Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap yang bekerja sama Pemerintah Kerajaan Denmark.

Kerjasama ini terjalin melalui program ESP3, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta SBI yang ditunjuk sebagai operator, mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, dan offtaker produk RDF.

Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar. Kegiatan ini mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya. Dan 60 ton RDF ini mampu menggantikan 40 ton batu bara per hari. (sam)