Surabaya, (bisnissuraya.com) – Calon Wali Kota/Cawali dan calon Wakil Wali kota/Cawawali Surabaya yang diusung PDI Perjuangan/PDIP masih tanda tanya. Pada pengumuman calon kepala daerah oleh DPD PDIP Jatim Jumat (17/7) Kota Surabaya tidak termasuk didalamnya. Berbagai analisa berkembang, berkaitan dengan belum diputuskannya pasangan calon yang akan diusung. Pertama PDIP selalu mengumumkan calonnya di hari-hari terakhir.

Hal ini tentu sangat menyulitkan calon Wali Kota yang diusung lawan politik PDIP. Analisa berikutnya adalah banyaknya kader internal partai di luar pendaftaran yang potensial masuk dalam nominasi partai. Antara lain, Puti Soekarnoputri, Adi Sutarwijono, dan Baktiono. Nama- nama ini bukan kader sembarangan di PDIP.

Puti Soekarnoputri, adalah cucu Bung Karno, anak dari Guntur Soekarnoputra. Pada pemilu legislatif 2019, Puti ditugaskan untuk bertarung di Dapil 1 Surabaya-Sidoarjo. Keponakan Megawati Soekarnoputri, ini meraup suara terbanyak di dapil tersebut dengan perolehan 100.188 suara. Sedangkan Sekretaris DPC, Baktiono, memiliki keistimewaan tersendiri. Dia dikenal sebagai kader senior.

Dia memulai karir di partai sejak 1994, saat terjadi konflik DPD PDI Jatim, antara Ir Soetjipto dan Latief Pudjosakti. Kesetiaan Baktiono dibuktikan dengan bertahannya dia sebagai pengurus mulai 1996 sampai sekarang. Salah satu kelebihan lain, Baktiono, pernah menjadi utusan kongres V di Bali. Dimana saat itu ditandatangani perubahan nama dari PDI menjadi PDIP.

Tidak hanya itu Baktiono, juga pernah menjabat koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Surabaya, dimana pengacara senior almarhum Trimoelja D Soerjadi, menjabat sebagai Koordinator Jatim, dan Robert Oloan Tambunan, adalah Koordinator Nasional. TPDI merupakan ujung tombak PDI Promeg dalam melakukan upaya hukum melawan pemerintahan orde baru yang menindas elemen demokrasi, khususnya PDI Promeg 1996. Kiprah Baktiono, di legislatif juga tidak kalah moncer. Dia menghabiskan seperempat abad di DPRD Surabaya.

Dia berkali-kali menduduki jabatan Ketua Komisi. Prestasi ini adalah buah kerja keras dari pengabdian kepada masyarakat, terutama dibidang pendidikan, Kesehatan dan fasilitas umum seperti jalan, sambungan listrik serta air PDAM. Pada pemilu 2019, pelaku seni budaya ini memperoleh suara terbanyak se Surabaya, dengan jumlah suara 22.164. Saat ini, di masyarakat bermunculan gambar baliho yang memuat gambar pasangan calon Wali Kota, Puti Soekarnoputri, berpasangan dengan Baktiono.

Saat dikonfirmasi bisnis surabaya.com, warga Rangkah Gang 1 ini hanya tersenyum simpul. “Saya hanya fokus berjuang untuk program kemasyarakatan. Selanjutnya terserah kebijakan DPP,” kata Baktiono. Selain dipasangkan dengan Puti Guntur Soekarnoputri, di media sosial juga pernah beredar gambar Baktiono, dipasangkan dengan Laksamana Muda (Purn) TNI AL Untung Suropati.

Semuanya menggambarkan sosok Baktiono, yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk dicalonkan dalam Pilkada Surabaya 2019 “Memimpin Surabaya, diperlukan kesungguhan dan ketulusan hati. Tidak cukup hanya pintar, tapi harus berperilaku benar,” jelas ayah dari Kevin dan Holycia ini. Reputasi Baktiono, dibuktikan dengan diundangnya dia dalam acara bergengsi yang diasuh oleh Najwa Shihab. Selain Baktiono, warga Surabaya yang pernah diundang diacara tersebut hanya Wali Kota Tri Rismaharini. “Saya memiliki banyak pengalaman dalam menetapkan dan mengawal kebijakan masyarakat di Surabaya,” tambah pengusaha kerupuk ikan ini. (nanang)