Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Sebagian orang merasa jijik dan geli jika melihat kepompong ulat jati. Tidak demikian dengan emak-emak yang ada di Tulungagung. Mereka justru merasa senang dan berburu kepompong ulat jati untuk dikonsumsi. Menurut mereka, jika kepompong digoreng kering rasanya gurih dan nikmat seperti lobster. Beginilah, keseruan puluhan emak-emak warga Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung saat berburu kepompong ulat jati di area hutan klaten lok songo.

Bagi sebagaian orang, kepompong ini menjijikkan dan geli. Namun, bagi mereka kepompong ulat jati ini membawa berkah tersendiri. Selain dimasak untuk lauk, kepompong ulat jati ini juga dijual dengan harga Rp 80.000 per kilo. Kepompong ulat jati ini bisa ditemukan dibawah pepohonan jati. Basanya, kepompong ini bersembunyi didalam dedaunan kering atau diatas tanah. Keberadaan kepompong ini hanya terjadi setahun sekali. Warga, biasa mengenali tanda keberadaan kepompong ini, dari banyaknya daun jati yang habis dimakan ulat. Aktivitas mencari kepompong ulat jati ini biasanya dilakukan selama lima hari. Hal ini, dikarenakan setelah lebih dari lima hari, kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu. Pencari Mepompong, Rantun, mengatakan, kepompong ini jika digoreng kering rasanya gurih dan nikmat seperti lobster. (khoirul/stv)