Surabaya, (bisnissurabaya.com) -Jumlah perawat di Jawa Timur/Jatim yang terpapar covid-19 hingga Senin (13/7) menjadi 334 orang. Dari itu, 13 perawat meninggal dunia, 25 persen masih menjalani perawatan di rumah sakit, 35 persen menjalani isolasi mandiri dan 40 persen dinyatakan sembuh dari covid-19. Jumlah perawat di Jatim yang terpapar covid 19, terus bertambah. Dari data DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia/PPNI Jatim, selama 3 hari, terjadi penambahan 75 perawat yang terpapar covid-19. Penambahan 75 perawat tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan kota kediri. Dengan bertambahnya 75 orang ini, jumlah perawat yang terpapar covid 19 menjadi 334 orang.

Dari 334 perawat yang terpapar covid-19, 25 persen masih menjalani perawatan di rumah sakit, 35 persen menjalani isolasi mandiri di hotel dan rumah, 40 persen dinyatakan sembuh dan sudah beraktivitas kembali. Sementara, jumlah perawat yang meninggal dunia sebanyak 13 orang. Diantaranya, Surabaya 7 orang perawat, Sidoarjo, Malang, Bojonegoro dan Probolinggi masing-masing satu orang perawat. Ketua DPW PPNI Jatim, Prof Nursalam, mengatakan, terus bertambahnya perawat yang terpapar covid 19 ini dikarekan berbagai sebab. Salah satunya belum dilaksanakannya PCR kepada perawat secara masif dan berskala setiap 14 hari. Sehingga, perawat yang terpapar covid 19, tidak terdeteksi sejak awal. Selain itu, pengelolaan ruangan pasien di rumah sakit, dan beban kerja yang tinggi, ikut menjadi penyebabnya. DPW PPNI Jatim, berharap tidak ada lagi perawat di jawa timur yang meninggal kena covid-19. Pihaknya juga berharap, pemerintah daerah tidak kendor dalam menjalankan pesan Presiden Joko Widodo, yakni 3 T, testing, tracking dan treatment. (agung/stv)