Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Waspadalah ketika membeli materai untuk kelengkapan surat – surat penting. Pasalnya, polisi telah menangkap enam pelaku pemalsu matererai dengan barang bukti puluhan ribu materai palsu siap edar. Pelaku, biasanya mengedarkan materai palsu ke petugas Pendaftar Tanah Sistematis Lengkap/PTSL dengan harga yang lebih murah.

Inilah keenam tersangka pemalsu materai, yakni, EM, SA dan S yang merupakan warga bojonegoro. Semenatara, satu tersangka yakni AR, warga Semarang. Keenam pelaku terbukti memperjual belikan materai palsu dan materai bekas ke sejumlah warga, termasuk panitia PTSL ke berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur/Jatim.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Budi Hermawan, mengatakan, modus kelima pelaku dengan cara membeli materai bekas dari tersangka AR sebesar Rp 3.000 yang beralamatkan di Semarang. Tersangka AR mengubah materai yang telah dipergunakan untuk diperbarui dengan cara merendam materai bekas ke cairan cuka dan kaporit yang membuat materai kembali baru lagi. Selain itu, para tersangka juga turut mengedarkan materai palsu yang memiliki nomor seri sama.

Materai palsu ini mereka dapatkan dari salah satu sales materai dari daerah Semarang yang kini menjadi buronan polisi. Dari tangan keenam pelaku, petugas mengamankan lebih dari 59.000 materai palsu. Tersangka AR sendiri telah melakukan praktek ini selama tiga tahun terakhir. Sementara, kelima tersangka yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro baru memperjualbelikan materai palsu maupun materai yang telah diperbarui selama dua bulan terakhir.

Pihak Polres Bojonegoro, juga telah berkordinasi dengan pihak pertanahan Kabupaten Bojonegoro untuk mengecek kembali berkas – berkas pengajuan sertifikat tanah yang telah masuk. Akibat perbuatannya, pelaku terancam tujuh tahun penjara.

Polisi meghimbau, agar warga membeli materai langsung ke kantor pos di masing – masing daerah. Karena dapat dipastikan materai yang diperjualbelikan adalah asli. (mulyanto/stv)