Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Didasari keinginan memutus mata rantai penyebaran corona, pejabat ini sidang ke Pasar Keputran. Karena itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terjun ke Pasar Keputran untuk memimpin operasi penertiban masker. Baik kepada pedagang maupun pembeli. Namun, pada operasi kali ini, Risma, tak hanya membawah timnya tetapi ditemani Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan/Pangkogabwilhan II serta Danrem  084 Bhaskara Jaya dan Kapolrestabes Surabaya.Dengan berjalan kaki, Wali Kota Risma, bersama rombongan menyisir Jalan Keputran. Hal ini, untuk memastikan para pedagang serta pembeli di kawasan itu, menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan memakai masker. Tak hanya melakukan penertiban masker, seluruh pedagang beserta karyawan di pasar itu juga dilakukan rapid test massal oleh Dinas Kesehatan/Dinkes Surabaya.

Hal ini, untuk mengantisipasi tidak ada warga yang terpapar covid-19. Bagi warga yang hasil rapid test reaktif, mereka langsung dibawa kesalah satu hotel oleh Pemkot Surabaya untuk isolasi, sembari dilakukan test swab. Wali Kota Risma, menilai, bahwa pasar merupakan salah satu tempat pertemuan orang dengan jumlah besar. Seperti di Pasar Keputran yang menjadi induk pertemuan pedagang antar daerah. Karena itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan di pasar menjadi salah satu fokus utamanya.

Di tempat yang sama, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, menyampaikan, sebenarnya cara untuk mengendalikan kasus covid-19 sederhana. Yakni, dengan disiplin menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Apalagi, pasar merupakan tempat kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Tentunya, setiap hari pasti terjadi kerumunan massa. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi kasus covid-19 di pasar maka perlu dikendalikan. (stady/stv)