Surabaya, (bisnissurabaya.com)  – Kasus kematian akibat covid 19 di Surabaya terus bertambah. Dua karyawan TVRI Stasiun Jawa Timur/Jatim meninggal dunia dan dinyatakan tim tracing gugus tugas Jatim positif terpapar corana. Akibat kejadian ini, kantor TVRI Jatim terpaksa lockdown dan berhenti beroperasi selama 15 hari kedepan.

Penegasan itu dikemukakan Ketua Tim Tracing Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso, di Surabaya Senin (13/7). Ia menyatakan, dua karyawan TVRI Jatim dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan kini sudah meninggal dunia. Dua karyawan yang meninggal dunia ini bertugas di dalam kantor.

‘’Satu perempuan yang bekerja dibidang administrasi dengan gejala awal demam berdarah. Dan satu lagi laki-laki dibidang editing dengan gejala awal tifus. Kesamaan dari keduanya adalah mengalami gejala sesak nafas,’’ kata dr Kohar.

Karyawan laki-laki wafat Sabtu (11/7), sementara yang perempuan meninggal dunia Minggu (12/7). Karena dinyataan positif covid 19, keduanya dimakamkan secara protokol covid-19 dengan alat pelindung diri/APD lengkap.

Akibat ada dua karyawannya yang meninggal karena covid-19, kantor TVRI Stasiun Jatim melakukan penutupan atau lockdown. Untuk mensterilkan bakteri dan virus corona, Pemkot Surabaya melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor TVRI Surabaya.

Sementara itu, untuk memutus penyebaran covid 19 di lingkungan kantor TVRI Surabaya, tim tracing gugus tugas percepatan penanganan covid 19 jatim akan melakukan pelacakan terhadap orang atau karyawan lain yang pernah berinteraksi dengan kedua korban covid 19 ini.

Sebelumnya, pada Kamis (9/7) Stasiun televisi milik pemerintah ini menggelar rapid test yang diikuti 180 orang karyawannya. Dari jumlah itu, enam diantaranya dinyatakan reaktif dan telah menjalani tes SWAB polymerase chain reaction/PCR. Namun, hasilnya belum keluar. (feri/stv)