Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai senin ini digelar dengan cara berbeda. Salah satu sekolah di Surabaya berinisiatif mendatangi satu per satu siswa barunya, sekaligus mensosialisasikan metode pembelajaran yang disiarkan secara daring. Metode ini dipilih, mengingat kota Surabaya, masih menjadi zona merah penyebaran covid-19, yang tidak memperbolehkan sistem belajar mengajar secara tatap muka. Guru kelas 1 SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Imroatus Sholihah dan Erna Kartini, bersama tim IT mendatangi rumah Rifat Kautsar Ar Rasyid, di kawasan Dupak Bangunsari Surabaya, siswa baru di sekolah tersebut.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah atau masa orientasi siswa yang biasa digelar beberapa hari menjelang tahun ajaran baru 2020/2021. Namun, karena situasi masih dalam masa pandemi, MOS digelar door to door sekaligus untuk mensosialisasikan metode pembelajaran yang disiarkan langsung secara virtual atau daring. Selain memberikan sejumlah perlengkapan sekolah, seperti seragam dan buku tiga dimensi berisi biodata guru dan seluruh siswa, pihak sekolah juga memberikan face shield kepada siswa baru, untuk tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini. Lewat aplikasi zoom meeting, siswa dan wali murid juga diajak untuk berinteraksi langsung dengan sesama siswa dan wali murid, serta guru dan kepala sekolah. Hal ini, dilakukan untuk membiasakan proses belajar mengajar secara online, yang rencananya akan diberlakukan selama satu semester kedepan. Fitri Yuliana Johar, selaku wali murid mengaku senang, dengan langkah sekolah yang berinisiatif mendatangi rumah siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah di era pandemi seperti ini. Meski dianggap kurang efektif, namun, demi keamanan bersama, dirinya selaku wali murid tetap mendukung program belajar mengajar yang digagas pihak sekolah. Sementara itu, pihak sekolah sengaja mengawali proses belajar mengajar yang dimulai serentak hari ini, dengan door to door mendatangi rumah para siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, guru maupun teman-temannya, untuk memudahkan proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring/ selama masa pandemi covid-19. Seperti diketahui, pemerintah hanya memperbolehkan proses belajar mengajar secara tatap muka untuk daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau penyebaran covid-19, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sementara, untuk derah yang masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran covid-19, dihimbau untuk melakukan proses belajar mengajar dengan metode daring atau virtual. (farid/stv)