Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Nilai ekonomis udang vaname menjadi nilai jual warga Jawa Timur/Jatim. Sebab, bisa membangun format padat karya dari sisi budidaya udang. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Jatim akan menyiapkan format mentoringnya, kliniknya dimana bisa memberikan fenomena terhadap kemungkinan menjawab PHK kali ini untuk padat karya budidaya ikan. Penegasan itu dikemukakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memanen udang vaname bersama Komanda Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin di lahan Puspenerbal Juanda di Sidoarjo Sabtu (11/7).

Puspenerbal sendiri memiliki satuan tersebar dari Barat sampai ke Timur Indonesia. Diantaranya Lanudal Sabang, Lanudal Matak, Lanudal Tanjungpinang, Lanudal Jakarta, Lanudal Juanda, Lanudal Biak, serta Lanudal Aru. Selain itu, terdapat pula satuan lain Wing Udara 1, 2, 3, Fasharkan Pesud dan Kolat Penerbal. Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin, menambahkan, menyikapi ancaman terhadap kelangkaan pangan, khususnya bahan makanan pokok bagi prajurit Puspenerbal, adanya lahan yang tersedia di instansi militer diprioritaskan untuk dikelola para prajurit Puspenerbal yang berada di satuan kerjanya, agar berdaya guna dalam mewujudkan program ketahanan pangan.

Pangkalan Udara TNI AL dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan Program Ketahanan Pangan bagi prajurit Penerbangan TNI AL. “Salah satu potensi terbesar dimiliki Lanudal Juanda luas seluruhnya 934.299 hektar yang bersertifikat yang masuk wilayah 15 desa. Lahan yang sudah ada telah dimanfaatkan seluas 159,8 hektar untuk pertanian dan 91,3 hektar untuk lahan perikanan,” kata Edwin. Potensi lain yang ada di lingkungan Lanudal Juanda adalah tersedianya tempat pelelangan ikan yang terletak di Desa Tambak Cemandi merupakan fasilitas untuk jual beli ikan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan Lanudal Juanda.

Berdasarkan data terdapat 400 nelayan yang berasal dari 4 desa. Yaitu, Desa Tambak Cemandi, Gisik Cemandi, Banjar Kemuning dan Gebang. “Jenis ikan yang didapat di perairan ini adalah jenis ikan, udang dan kerang. Ikan didatangkan dari beberapa daerah seperti Jember, Tuban, Surabaya dan tambak setempat.

Para pedagang mendatangkan ikan setiap 2 hari sekali dengan kisaran 50 – 100 kg. Omzet rata-rata 50 kg, sehingga secara komulatif omzet TPI tersebut pada hari libur sebesar 750 kg,” imbuh Laksamana Edwin.
Sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di Perumahan Komplek Lanudal Juanda, Komandan Lanudal Juanda berinisiasi untuk menciptakan kebun skala rumah tangga dengan cara mendistribusikan bibit tanaman sebanyak 4.000 pohon dalam polybag untuk seluruh rumah dinas di Lanudal Juanda sebanyak 416 rumah. Adapun jenis tanaman yang didistribusikan adalah bibit terong, bibit tomat, bibit cabe, bibit bayam, sawi dan kangkung. Sebagai tolak ukurnya adalah saat ini dapat kita lihat dari hidangan yang tersaji merupakan asli tanaman dan budi daya ikan yang diperoleh dari hasil panen di lingkungan Lanudal Juanda sebagai langkah-langkah mewujudkan program ketahanan pangan jajaran puspenerbal.

Upaya ini merupakan langkah positif untuk mengatasi keterpurukan akibat pandemi covid-19 ini yang akan membebaskan kita dari krisis pangan dan finansial.
Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Wakil Bupati Sidoarjo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Wadan Puspenerbal, para Direktur Puspenerbal, para Komandan dan Kasatker Jajaran Puspenerbal, Ketua Korcab Puspenerbal Gabungan Jalasenastri Mabesal beserta pengurus, dan Aspotmar Pangkoarmada II, Kadispotmar Koarmada II, Aspotmar Danlantamal V, Kadispotmar Lantamal V. (irwanda)