Tuban, (bisnissurabaya.com) – Proses penyaluran bantuan sosial program bantuan pangan non tunai/BPNT di Kabupaten Tuban terus dievaluasi. Sebelum dibagikan kepada keluarga penerima manfaat, komoditi beras dicek dan diteliti pada tiap kecamatan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas beras benar-benar layak konsumsi. Sementara itu, keluarga penerima manfaat mengaku beras yang mereka terima, sangat layak konsumsi.

Beginilah proses penyaluran BPNT yang berada di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Komoditi beras dicek terlebih dahulu sebelum dibagikan oleh penerima manfaat. Dalam pengecekan ini, dilakukan pengecekan oleh camat, kapolsek, danrem, petugas dari dinas sosial dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan. Selanjutnya petugas mengambil beberapa sampling beras dan diperiksa secara bersama-sama.

Hasilnya beras yang akan disalurkan kepada 2.875 penerima manfaat di 18 desa se-Kecamatan Jatirogo berkualitas bagus dan sangat layak konsumsi. ‘’Hal ini sesuai dengan kontrak yang dibawah dinas sosial Kabupaten Tuban. Selain itu, jika dalam penyaluran beras bantuan pangan non tunai atau bpnt ini dinilai kurang layak atau tidak sesuai maka suplayer akan langsung mengganti beras tersebut,’’ kata Camat Jatirogo, Moch Nawawi .
Ia berharap, jika menemukan beras yang sesuai dengan kontrak, maka penerima manfaat berani melaporkan ke agen dan selanjutnya agen bisa memberitahukan kepada petugas dan suplayer. Sehingga bisa langsung mengganti beras yang sesuai dengan kontrak Dinas Sosial Kabupaten Tuban. (mulyanto/stv)