Surabaya, (bisnissurabayacom) – Perempuan itu bernama Hanny, warga Gedangan Sidoarjo. Gadis cantik ini bekerja sebagai resepsionist di Hotel Zoom Jemursari Surabaya. Walau baru bekerja lima bulan disana, dia merasakan benar bagaimana virus corona menghajar dan memporak-porandakan bisnis pariwisata, khususnya dunia perhotelan.

Banyak hotel mengalami penurunan okupansi penerimaan tamu. Sehingga beberapa hotel di Surabaya, memilih berhenti operasional. Alumni SMK N 1 Buduran Sidoarjo ini, menjadi saksi bagaimana hotelnya melakukan berbagai inovasi, supaya bisa bertahan di situasi sulit ini. Mulai dari penerapan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, pengaturan sosial distancing, penyediaan sarana cuci tangan dan disinfektan, hingga peniadaan fasilitas bufee saat sarapan pagi.

“Breakfast di restaurant ditiadakan, diganti dengan pengiriman di kamar masing-
masing,” kata resepsionist Hotel Zoom, Hanny, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (9/7). Kebijakan lain yang diambil sebagian hotel adalah merumahkan karyawan.
Langkah ini memang tidak populis, karena akhirnya karyawan yang menjadi korban. Hanny, menyaksikan, beberapa temannya sesama pekerja yang akhirnya memilih berjualan untuk menyambung hidup. Ada juga yang memilih pulang kampung karena tidak bisa membayar uang kos. “Saya berharap corona segera selesai, dan kehidupan kembali normal, “ jelas perempuan cantik ini. Ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB dihentikan dan menuju kebijakan New Normal/ Normal Baru, aktifitas dan jam kerja Hanny, bertambah.

Semula ada tiga sift, kini hanya tinggal dua sift. Hotel Zoom, tempatnya bekerja memilih berjualan paket nasi box untuk melayani para karyawan kantor yang lokasinya ada di sekitar hotel. “Alhamdulilah, paket nasi Hotel zoom laris manis, banyak yang cocok” tambah Hanny. Pertengahan Juli ini, Bisnis hotel kembali menggeliat. Perlahan–lahan namun pasti, menunjukkan peningkatan okupansi. Mangemen hotel menjadikan momentum untuk kembali bangkit mengejar ketertinggalan, setelah terpuruk beberapa bulan akibat virus mini asal Wuhan ini. (nanang)