Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Anjuran untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama musim pandemi corona, menjadi agenda tersendiri bagi pengrajin handicraft asal Kabupaten Tulungagung. Sebab, dengan banyaknya di rumah, ia lebih fokus dalam proses pengerjaan usahanya.

Inilah Aloysius Yoseph Ismono, warga Perumahan Permata Kota Tiga Desa Ploso Kandang Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Ia seorang pengrajin minatur yang mengaku mendapat berkah dengan adanya wabah corona ini. ‘’Saya lebih fokus dapat menyelesaikan pekerjaannya di rumah sesuai anjuran pemerintah,’’ kata Ismono, kepada bisnissurabaya.com di Tulungagung Selasa (7/7) kemarin.

Waktu luang tersebut dimanfaatkan  Ismono, untuk membuat miniatur Goa Maria yang berbahan styrofoam bekas. Untuk satu unit miniature, Goa yang penuh dengan relief bebatuan yang biasanya selesai dalam waktu satu minggu kini rampung tiga hari.

Karya Ismono, ini banyak dipesan secara online maupun offline dari kota yang ada di Jawa Timur/Jatim miniatur ini nampak cantik, jika di tempatkan di suatu ruangan khusus doa kepada Tuhan YME. Untuk memesan 1 unit Goa Maria, Ismono, mematok harga bervariasi. Untuk ukuran kecil seharga Rp 800.000, ukuran sedang Rp 900.000 untuk ukuran besar Rp 1,5 juta. (khoirul/stv)