Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Satu dari empat tersangka pengambil paksa jenazah di Rumah Sakit/RS Paru Surabaya beberapa waktu lalu dinyatakan positif. Satu tersangka positif bersama tiga lainnya yang negatif diisolasi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur/Jatim.

Empat tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien corona di RS Paru Surabaya awal Juni lalu telah menjalani uji SWAB. Hasilnya, dari empat tersangka yakni MR (28), ADS (25), MKA (23) dan BPP (22) diketahui salah satunya positif covid-19 dan tiga tersangka lainnya negative.

Saat ini, tersangka yang positif covid ini diisolasi di RS Bhayangkara Polda Jatim. Sementara tiga tersangka lainnya, meski negatif covid tetap dibantarkan di rumah sakit yang sama. Penegasan itu dikemukakan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya Selasa (7/7) kemarin.

‘’Dengan terpaparnya tersangka pengambil paksa jenazah corona menjadi pembelajaran masyarakat agar tidak melakukan hal yang sama. Jenazah, pasien covid juga berbahaya dan bisa menularkan kepada orang di sekitar, sehingga pemakaman harus sesuai SOP covid 19,’’ katanya.

Meski tengah dalam perawatan dan isolasi, penyidikan kasus ini tetap berlanjut. Keempat tersangka pengambil paksa jenazah ibunya ini dijerat pasal berlapis seperti UU Karantina. UU Wabah Penyakit dan KUHP pasal 214 dan pasal 216 tentang perlawanan secara bersama-sama kepada petugas berwenang. Keempatnya diancam dengan hukuman diatas 5 tahun penjara. (feri/stv)