Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda pada bulan Mei 2020 turun sebesar 42,86 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman bulan April 2020, yaitu dari 21 kunjungan menjadi 12 kunjungan.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, Selasa (7/7) mengungkapkan, Jumlah kunjungan Wisman Mei 2020 turun sebesar 99,92 persen dibandingkan jumlah wisman periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 14.529 kunjungan.

Selama periode Januari – Mei 2020, Wisman terbanyak berkebangsaan Malaysia yakni mencapai 10.451 kunjungan dengan kontribusi sebesar 30,25 persen, diikuti kebangsaan Singapura dengan 3.938 kunjungan dengan kontribusi sebesar 11,40 persen, dan kebangsaan Tiongkok sebanyak 2.288 kunjungan dengan kontribusi sebesar 6,62 persen.

“Secara umum, pola kedatangan Wisman ke Provinsi Jawa Timur, pada bulan Januari-Mei selama tiga tahun terakhir semakin menunjukkan tren menurun,” ujar Dadang. Pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisman lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yaitu dari 84.638 kunjungan menjadi 34.554 kunjungan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian, agar jumlah wisman di periode berikutnya kembali meningkat. Pada bulan Mei 2020,kunjung wisatawan mancanegara tidak ada yang merupakan warga negara asing/WNA. “Dari 12 kunjungan yang masuk ke Jatim, semua berkewarganegaraan Indonesia, artinya adalah semua warga negara Indonesia penduduk luar negeri yang masuk ke Jatim,” katanya.

Hal ini karena berpedoman pada Peraturan Kemenhumkam RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang larangan sementara orang asing masuk Wilayah Indonesia, yang diterapkan mulai 2 April 2020, sangat mempengaruhi jumlah kunjungan masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia dan khususnya ke Jatim. (bw)