Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD dr Soetomo Surabaya kembali berduka, setelah seorang dokternya meninggal dunia akibat terpapar covis-19 Senin (6/7). Sebelum meninggal, dokter yang bertugas di ruang Irna Anak ini sempat dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim sejak 17 juni lalu. Puluhan tenaga medis dan akademisi Fakultas Kedokteran/FK Unair memberikan penghormatan terakhir saat mobil ambulan membawa jenazah ke kampung halamannya di Sidoarjo.

Puluhan tenaga medis dan akademisi FK Unair Surabaya memberikan penghormatan terakhir saat mobil ambulan membawa jenazah seorang dokter yang bertugas di RSUD Soetomo Surabaya ke kampung halamannya Sidoarjo. Tak hanya itu, isak tangis pun terjadi oleh rekan sejawatnya saat mengiringi mobil ambulance yang membawa jenazah dr Putri Wulan Sukmawati.

Alarhum dr Putri Wulan Sukmawati yang tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis/PPDS Ilmu Kesehatan Anak meninggal dunia di RSUD dr Soetomo. Prosesi penghormatan dokter kelahiran malang ini sesuai dengan protokol pemulasaran covid 19, yakni, jenazah tetap berada di dalam ambulance.

‘’Dokter Putri meninggal dunia akibat covid 19. Mahasiswi yang tak lama lagi akan lulus ini telah menjalani perawatan sejak 17 juni di RSUD dr Soetomo. Kebetulan dr Putri Wulan Sukmawati, merupakan keponakan dari dr Arief Basuki, ahli anestesi di RS Haji yang juga meninggal dunia akibat covid 19, pada akhir Juni lalu,’’ kata Direktur Utama/Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, kemarin.

Meninggalnya dr Putri Wulan Sukmawati, ini menambah tenaga medis di Surabaya yang meninggal akibat covid-19, menjadi enam orang. (irwanda/stv)