Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ratusan driver di Jawa Timur/Jatim yang tergabung dalam aliansi gerakan driver lintas nusantara, turun ke jalan di depan Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Para driver menolak rapid tes yang berbayar dan meminta rapid tes gratis. Massa keberatan dengan persyaratan rapid tes bagi driver yang akan masuk ke bali dengan membayar sendiri. Sehingga menimbulkan gejolak di driver antar provinsi. Mereka menolak bila rapid tes dibebankan kepada driver.

Salah satu driver, Angga, mengatakan, dirinya menuntut rapid tes gratis dan tidak berbayar yang dibebankan kepada driver karena beaya rapid tes antara Rp 280.000 sampai Rp 380.000 sangat membebani para driver. Selain itu, juga membuat pendapatan driver menjadi berkurang para driver meminta kepada pemerintah jawa timur untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan memberikan rapid tes gratis bagi driver.
Aksi unjuk rasa para driver ini rencananya akan dilakukan audiensi antara driver dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Minggu depan. Dalam aksinya, para driver mengancam akan melakukan unjuk rasa lagi bila tidak ada penyelesaian akibat adanya rapid tes untuk driver. Sehingga untuk sementara pegiriman barang ke bali terganggu. Para driver masih menunggu keputusan lebih lanjut apakah akan menghentikan pengiriman logistik ke Bali atau tidak. (farid/stv)